Makam Berusia Ratusan Tahun Ditemukan

oleh

LINGGA (SK) — Komplek pemakaman tua yang diperkirakan usianya ratusan tahun ditemukan tidak jauh dari Situs Wisata Meriam Tegak di sekitar objek Wisata Desa Batu Berdaun, Kamis (01/10/2015).

Pemakaman yang diprediksi berusia ratusan tahun ini dibuktikan dengan bentuk batu nisan yang ditemukan. Bentuk dari nisan ini sama dengan yagn ada di zaman kerajaan Riau Lingga yang mirip dengan Batu Nisan di Makam merah Istana Damnah. Bahkan beberapa batu nisan ini tersusun rapi dan tidak hancur, bahkan tembok yang mengelilingi pemakaman tersebut juga terbuat dari bahan-bahan mirip dengan tembok di Istana Damnah.

“Kami tidak banyak tau masalah makam ini. Karena yang tau banyak tentang sejarah makam ini sudah meninggal,” kata Muksin, warga yang ikut gotong royong di lokasi tersebut sebagaimana dikutip haluankepri.com

Danramil 04 Dabosingkep Lettu Rusdianto mengatakan temuan makam lama ini sebenarnya tidak disengaja oleh Babinsa yang bertugas di wilayah tersebut. Namun tujuan dari membersihkan lahan makam tersebut mengingat pemakan tersebut memiliki nilai historis dengan sejarah perjuangan kerajaan melayu. Dan nanti dapat dikembangkan oleh pemerintah setempat untuk menelusuri lebih jauh tentang sejarah makam ini yang mungkin berkaitan erat dengan meriam tegak dan beberapa situs lainnya.

BACA JUGA :  Kadistanhut Lingga : Untuk 4000 Hektar "BUTUH 1500 TRANSMIGRAN"

“Kami hanya gotong royong dan membersihkan lokasi ini, mungkin nanti penemuan ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah untuk dikembangkan menjadi daerah wisata,” katanya.

Sementara itu, salah satu penulis sejarah dan juga pencipta kamus cakap melayu Encik Samsul Hendry mengatakan sejarah pastinya meriam tegak dan pemakaman yang baru ditemukan tersebut memang hingga saat ini belum ada yang mampu mengungkapnya. Namun dalam cerita masyarakat sekitar meriam tersebut di bacakan seorang putri yang sedang marah terhadap seorang pangeran raja.

“(Kalau kau bisa mencabut meriam ini, baru kau bisa melawan aku), itulah kira-kira ungkapan yang disampaikan sang putri kepada pangeran,” ungkapnya.

Setelah meriam tersebut tertanam tegak ditanah, hingga saat ini tidak satupun warga masyarakat yang bisa mencabut meriam tersebut. Bahkan pemerintah Daerah Kabupaten Lingga pernah mengerahkan alat berat untuk memindahkan meriam tersebut, namun hingga kini tak satupun yang mampu. Sehingga meriam tersebut kini tetap dilestarikan, dan dengan ditemukan pemakaman tersebut diharapkan mampu mengungkap sejarah meriam ini, sehingga dapat dijadikan situs sejarah yang bernilai.

BACA JUGA :  Sani Beri Apresiasi Anggota Pramuka dan Veteran Kepri

” Mudah-mudahan pemakaman ini menjadi salah satu petunjuk tentang sejarah meriam tegak dan beberapa tangga seperti bangunan, yang ada di Desa batuberdaun ini sehingga menjadi objek wisata baru,” ungkapnya.

Untuk menjaga dan melestarikan nilai sejarahnya, rombongan Koramil 04 Dabosingkep bersama anggota Pemuda Pancasila dan perangkat Desa Batu Berdaun melakukan bersih-bersih dilokasi yang diduga mempunyai nilai sejarah ini.(SK-WR/jefriadi)

Shares

No More Posts Available.

No more pages to load.