BATAMJABODETABEK

Menko Airlangga Setujui Pembentukan KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam, Akan Dibangun Seluas 47,17 Hektar

×

Menko Airlangga Setujui Pembentukan KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam, Akan Dibangun Seluas 47,17 Hektar

Sebarkan artikel ini
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memimpin Sidang Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus di Gedung Ali Wardhana Jakarta Pusat. (Foto : Ist)

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, telah menyetujui usulan pembentukan tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia, salah satunya adalah KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam. Pengumuman ini disampaikan saat memimpin Sidang Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus di Gedung Ali Wardhana, Jakarta Pusat, Rabu (29/5/2024) siang.

Penetapan KEK ini dinilai telah memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kawasan Ekonomi Khusus. Selain KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam, dua KEK lainnya yang disetujui adalah KEK Bumi Serpong Damai di Banten dan KEK Morowali di Sulawesi Tengah.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, yang hadir dalam rapat tersebut menyatakan bahwa proses pengusulan KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam telah menjadi fokus BP Batam selama beberapa tahun terakhir.

“Kami mendapat target dari Kemenko Perekonomian bahwa dalam setahun investasi harus ada dan terealisasi. Ini menjadi tugas kami untuk mewujudkan investasi di KEK ini,” ungkap Purwiyanto.

KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam seluas 47,17 hektar akan terbagi di dua lokasi: Sekupang seluas 23,10 hektar untuk Wisata Kesehatan Terpadu dan Nongsa seluas 24,08 hektar untuk Pariwisata. Investasi di KEK ini diproyeksikan mencapai Rp 6,91 triliun hingga 2032 dan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 105.406 orang selama 80 tahun.

Pengusulan ini memenuhi persyaratan karena telah menguasai lahan 100% dengan investor utama, yakni Apollo Hospitals India dan Mayapada Group untuk Rumah Sakit Internasional. Di Sekupang, kegiatan utama akan mencakup rumah sakit internasional, akademi keperawatan internasional, MedTech Park, MICE (Meetings, Incentive, Convention & Exhibition), perumahan dokter, asrama, hotel, dan retail.

Di lokasi Nongsa, akan dibangun Retirement Village & Clinic serta akomodasi penunjang seperti cottages, bungalow, dan motel untuk wisatawan, pasien, dan keluarga pendamping. Batam, yang strategis dekat dengan Singapura dan Malaysia, akan menjadi destinasi wisata medis yang menarik, terutama bagi 2 juta wisatawan medis asal Indonesia yang berobat ke luar negeri.

Johanes Tahir, President Commissioner Mayapada Healthcare, menyatakan komitmennya untuk membangun dan mengembangkan wilayah Sekupang ini.

“Kami sangat gembira dengan hasil hari ini. Ini adalah permulaan untuk merealisasikan janji dan komitmen kami. Segera akan hadir rumah sakit internasional di Batam dengan standar internasional,” kata Johanes.

PT Karunia Praja Pesona ditugaskan untuk merealisasikan komitmen pengembangan KEK dengan target investasi Rp 3,3 triliun dalam lima tahun pertama dan penciptaan lapangan pekerjaan sebanyak 19.740 orang.

Dalam rapat tertutup tersebut, hadir pula Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Agus Harimurti Yudhoyono, serta perwakilan dari 16 kementerian anggota Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, pimpinan daerah, badan usaha, dan investor yang terlibat dalam proyek KEK.

Selanjutnya, Dewan Nasional KEK akan merekomendasikan kepada Presiden untuk menetapkan KEK tersebut melalui Peraturan Pemerintah. ***

(Nda)