Mesin Baru Tak Teralisasi, PLN Biayai Kunker Komisi 7 DPR RI dan Wakajati Kepri

oleh

– Krisis Listrik Tanjungpinang Menguak Fakta Lain.

TANJUNGPINANG (SK) — Krisis Listrik Tanjungpinang dan Bintan yang tejadi beberapa tahun belakangan ini, akhirnya menemui kata sepakat. Perwakilan Masyarakat serta sejumlah tokoh dan mahasiswa berhasil membuat satu kesepahaman hingga pada tanggal 6 April mendatang, PLN Cabang Tanjungpinang dan Kanwil PLN Riau dan Kepulauan Riau menjamin akan menambah daya serta mendatangkan mesin baru untuk wilayah Tanjungpinang dan Bintan, Rabu (18/03/2015).

Setelah aksi ribuan masyarakat turun kejalan dan menyerbu Kantor cabang PLN dijalan bakar batu Tanjung pinang kemarin, terkuak beberapa keterangan yang mengejutkan semua pihak dan Kapolres Tanjungpinang saat dialog interaktif berlangsung diruang Rupatama Polres Tanjungpinang, Senin (16/03/2015).

Mahjudin, Kepala Kantor PLN cabang Tanjungpinang sebut Kunjungan DPR RI Komisi 7 yang didampingi Wakajati Kepri beberapa waktu lalu, anggaran perjalanan dinas serta kunjungan kerja wakil rakyat tersebut didanai oleh Kas anggaran Kantor PLN Pusat.

Pernyataan yang disampaikan Mahjudin mengejutkan semua pihak waktu itu, saat rapat berlangsung, Kapolres Tanjungpinang, AKBP Dwita Kumu Wardana, Perwakilan masyarakat serta beberapa tokoh lain yang hadir waktu itu, kecewa mendengar ucapan kepala PLN Cabang Tanjungpinang tersebut.

BACA JUGA  Kunjungi Anambas, Kajati Minta Semua Pihak Dukung Proyek Strategis

Spontan,kalimat yang disampaikan Mahjudin membakar amarah peserta rapat saat itu,”PLN pusat bisa mendanai Kunker DPR RI dan Wakajati yang komisi 7.”

“Pemborosan Anggaran, dan tidak pro rakyat, ucap salah satu peserta Musyawarah, penambahan daya dan permintaan mesin pembangkit baru tidak kunjung direalisasikan oleh PLN akan tetapi mereka sanggup mendanai Kunker Puluhan Anggota DPR RI.

Saat dikonfirmasi SijoriKepri melalui Ponselnya, Mahjudin enggan memberikan jawaban terkait pernyataan yang disampaikannya dihadapan puluhan perwakilan masyarakat yang menyebutkan Wakajati dan Anggota DPR RI Kunkernya dibiayai Kantor PLN pusat.

Adanya pernyataan kepala Kantor cabang PLN yang menyebutkan PLN adalah donatur Kunker Anggota DPR RI tersebut ke Kepri beberapa waktu lalu dibenarkan Andi Cori Fatahuddin.

“Mahjudin benar telah mengeluarkan perkataan seperti itu, hal itu sangat kita sesalkan,kenapa anggota dewan yang jelas sudah memiliki alokasi anggaran untuk Kunjungan kerja, kenapa PLN pusat berlaku demikian,” ujar Cori.

Harusnya Perusahaan milik negara itu, lanjut Cori, lebih mengedepankan pelayanan dan kepentingan serta permintaan masyarakat dari pada mengakomodir puluhan anggota legislatif, tegasnya.

BACA JUGA  Robert Iwan Loriaux Hadiri Acara Pisah Sambut Kajati Kepri

Disebut Mahjudin, Wakajati Kepri diduga terlibat dalam praktek menerima suap serta gratifikasi saat mendampingi kunker anggota DPR RI ini, Wakajati Kepri belum berhasil dihubungi dan memberikan keterangan atas sangkaan terhadap dirinya yang kini jadi rumor hangat masyarakat Tanjungpinang dan Bintan. (SK-R.Nst)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.