Minimnya Pengamanan di Lapas 18

oleh

– Narkoba Bisa Leluasa Beredar.

BINTAN (SK) — Minimnya pengamanan yang ada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Tanjungpinang, Km 18 Kijang, Kecamatan Bintan Timur, dimanfaatkan oleh jaringan narkoba yang sudah terstruktur, sebagai pintu masuk obat-obatan terlarang itu kedalam Lapas.

Alhasil, tempat yang seharusnya terisolir dari barang-barang asing diluar Lapas apalagi narkoba, nyatanya, bisa dengan leluasa beredar di dalam Lapas tersebut. Baru-baru ini saja, pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Kepri dan Kota Tanjungpinang, telah berhasil menangkap dua orang pelaku yang diduga terlibat jaringan narkoba didalam Lapas itu pada Selasa malam kemarin.

Dari kedua tersangka yang diketahui bernama Akuang (36) dan Tedi (32), merupakan warga binaan Lapas Km 18 Kijang itu. Dari informasi yang dihimpun media ini, BNN menemukan barang bukti berupa 60 butir pil ekstasi, dua paket ganja, dan lima gram sabu-sabu, serta uang tunai berjumlah Rp 15 juta.

Jumlah temuan narkoba didalam Lapas Km 18 Kijang oleh pihak BNN itu, tentu saja tidak akan berjalan mulus, bila tidak didalangi oleh oknum didalam Lapas tersebut. Saat dikonfirmasi terkait akan hal itu, Kepala Lapas, Zaherman tidak memungkiri, kalau ada kemungkinan anggotanya yang terlibat, sehingga narkoba bisa dengan leluasa beredar didalam lapas yang dihuni 449 warga binaan itu.

BACA JUGA  Napi di Lapas Dapat Daging Kurban

“Ya kita tidak tahu juga ada yang terlibat atau tidak anggota kita, yang jelas kita selalu rutin melakukan cek urine setiap anggota kita disini, untuk memastikan bebas dari narkoba,” ungkapnya, Kamis (12/03/2015).

Namun demikian, Zaherman juga tidak bisa memastikan akan hal tersebut, karena diakuinya lagi, minimnya fasilitas pengamanan didalam Lapas itu juga bisa diperkirakan menjadi celah bagi jaringan narkoba untuk memasok barang haram kedalam Lapas.

“Kita disini (Lapas) tidak memiliki alat pendeteksi untuk memeriksa para pengunjung. Selain itu, di Lapas ini juga tidak memiliki Closed Circuit Television (CCTv) untuk bisa memonitor aktifitas disini,” sebut Zaherman.

Selain itu juga, jumlah personil yang ada di Lapas Km 18 Kijang ini, hanya berjumlah 56 personil termasuk staff kantor. Jumlah tersebut tentu saja sangat tidak ideal jika dibandingkan dengan keadaan Lapas yang cukup luas dengan jumlah pos sebanyak 15 pos.

“Idealnya itu, jumlah personil kita disini seharusnya berjumlah 150 personil, sekarang kita hanya 56 personil banyak kekurangan kita disini,” sambung Zaherman.

BACA JUGA  Napi di Lapas Dapat Daging Kurban

Memang diakuinya lagi, kekurangan fasilitas penunjang di Lapas tersebut sebelumnya sudah pernah diajukan. Hanya saja, hingga saat ini pengajuan tersebut tidak pernah direspon.

“Kita sudah pernah ajukan untuk pengadaan seperti alat pendeteksi dan CCTv, tapi ya gitu, sampai sekarang tidak ada juga,” ungkapnya lagi. (SK-DER)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.