, , , ,

MUI Bintan Imbau Masjid Tidak Selenggarakan Sholat Jumat

oleh
MUI Bintan Imbau Masjid Tidak Selenggarakan Sholat Jumat 1
Ketua MUI Bintan, Ali Ahmadi, Sekretaris MUI Bintan, Hanafi Yunus bersama Komisi Fatwa dan para pengurus, di Pesantren Tebu Ireng Cabang 14 Bintan, Ceruk Ijuk. (Foto : Ist)
Click to rate this post!
[Total: 2 Average: 3]

Sijori Kepri, Bintan — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bintan, mengeluarkan Tausiyah Nomor B-25/TSY-MUI-B/IV/2020 tertanggal 1 April tentang penyelenggaraan ibadah keagamaan dalam situasi pandemi Virus COVID-19.

Salah satu, mengimbau Masjid tidak menyelenggarakan sholat Jumat dan sholat lima (5) waktu di dalam Masjid, hingga kondisi dinyatakan normal. Akan tetapi bagi Masjid yang mengadakan sholat Jum’at dan sholat lima (5) waktu, diwajibkan menyediakan sabun cuci tangan, dan menggulung karpet.

Ketua MUI Bintan, Ali Ahmadi, menyatakan, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) agar mengimbau jamaah membawa sajadah masing-masing. Tidak berjabatan tangan dan kontak fisik, Imam dianjurkan membaca surat-surat pendek, khatib mempersingkat khutbah. Membaca do’a qunut nazilah setiap sholat 5 waktu dan sholat Jum’at di rakaat terakhir. Selalu menjaga kebersihan Masjid, Musholla dan Surau.

“Bagi jamaah yang tidak sehat, agar melaksanakan shalat berjamaah di rumah masing-masing,” kata Ahmadi, didampingi Komisi Fatwa dan pengurus lainnya, di Pesantren Tebu Ireng Cabang 14 Bintan, Ceruk Ijuk, Rabu, (1/4/2020).

Masjid juga diimbau untuk tidak menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang melibatkan orang banyak, seperti majelis taklim, pengajian, tabligh akbar dan kegiatan lainnya sampai pemerintah menyatakan kondisi sudah normal kembali.

“MUI Bintan juga meminta Pemerintah Kabupaten Bintan untuk mengeluarkan hasil pertimbangan epidemiologi terkait penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bintan. Khususnya untuk setiap kecamatan,” ujarnya.

Sekretaris MUI Bintan, Hanafi Yunus menambahkan, umat Islam agar memaksimalkan usaha agar tidak tertular dan atau menularkan Virus Covid-19 dengan mengikuti anjuran pemerintah dan meminimalisir kegiatan di luar rumah (stay at home).

“Kecuali ada keperluan mendesak. Serta tetap memperhatikan protokol kesehatan yang sudah disosialisasikan oleh pemerintah,” ungkap Hanafi. (R Rich)

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

height="100%"

loading...
banner 740x400

banner

banner