Musofa : Cut dan Fill PT GP “SEBABKAN BANJIR”

oleh
RDPU mengenai perizinan cut dan fill yang berakibat banjir di Kelurahan Tiban Baru, Kecamatan Sekupang. (Foto : Nda)

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Malas Baca, Tekan Ini”]

Musofa : Cut dan Fill PT GP “SEBABKAN BANJIR”
– Di Kelurahan Tiban Baru, Kecamatan Sekupang.

SIJORIKEPRI.COM, BATAM — Pelaksanaan kegiatan cut dan fill yang di lakukan oleh PT Glory Point (PT GP), diduga kuat telah menyebabkan banjir yang sangat merugikan pihak masyarakat Kelurahan Tiban Baru, Kecamatan Sekupang.

Dikatakan oleh salah seorang anggota DPRD Kota Batam dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sekupang, Musofa, bahwasanya hingga pukul 9 malam, masyarakat disana masih membersihkan banjir yang melanda rumahnya.

Hal itu disampaikan Musofa, saat ada Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) mengenai perizinan cut dan fill yang berakibat banjir di Kelurahan Tiban Baru, Kecamatan Sekupang, di ruang rapat Komisi I DPRD Batam, Jum’at, (3/8/2018).

“Hingga jam 9 malam, masyarakat disana, masih membersihkan rumah mereka. Masyarakat jadi korban dari pelaksanaan kegiatan cut dan fill ini disana. Ya. Ini betul saya katakan. Bukan saya promosi ya, maaf. Memang itu yang terjadi,” kata Musofa.

BACA JUGA :  Alamaaaaak, Imigran di Batam Jadi Gigolo “DI BANDROL PULUHAN JUTA RUPIAH”

Kalaulah itu sungainya diperlebar, tambahnya, mungkin tidak akan terjadi seperti ini. Danau dan sungai itu sudah ada diberikan oleh Tuhan.

“Jadi janganlah menyalahi aturan Tuhan. Ini sudah menyalahi aturan Tuhan namanya. Di babat habis mau dijadikan ruko semua. Jangan begitu. Pokoknya saya minta ini harus selesai. Karena kalau tidak selesai, kedepannya pastilah akan terjadi lagi. Begitu seterusnya,” tambah Musofa lagi.

Selain itu, Musofa juga menanyakan kepada pihak yang telah memberikan izin cut dan fill, apakah pihaknya mengontrol pekerjaan itu ataukah tidak setelah memberikan izin.

“Bapak itu memberikan izin, terus bapak ini kontrol apa tidak pekerjaan di lapangan, sehingga pekerjaan itu masyarakat tidak dirugikan. Kalau sudah kemarau, debu pun banyak beterbangan. Tidak punya hati nurani semuanya. Silahkan semuanya bertanggungjawab lah. Sekalo lagi saya katakan, bahwa ini harus segera diselesaikan. Bapak-bapak memberikan izin, maka bapak ya harus kontrol. Terima kasih,” tutup Musofa.

BACA JUGA :  Nyanyang : 17 DPRD Batam Ke Jakarta “TEMUI MENTERI EKUIN"

Sementara itu, anggota DPRD lain yang ikut hadir di acara RDPU yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I Budi Mardianto, yang kebetulan juga dari daerah pemilihan Sekupang itu, memberikan pendapat yang berbeda-beda.

“Kalau semuanya sudah menjalankan apa-apanya dengan baik, dan juga dengan betul, maka tidak akan terjadi hal seperti ini. Banjir dan lain sebagainya. Kalau sudah dipenuhi semua tahapan-tahapan, sudah pasti tidak terjadi masalah ini. Kan begitu,” kata Sukaryo.

Beda anggota DPRD beda pendapat. Intinya semuanya, meminta agar hal tersebut harus segera diselesaikan secara cepat. Sementara dari pihak Perwakilan PT GP sendiri mengaku kalau semua izin sudah lengkap dan sudah di dapat. (nda)

BACA JUGA :  HARMIDI DPRD : Minta Polisi Jemput Paksa “CV BPM”

 

Shares

No More Posts Available.

No more pages to load.