,

NCW Laporkan Anggota DPRD Natuna ke Kejati

oleh
Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

RANAI (SK) — Ketua Nasional Corupption Watch (NCW) Kepri Mulkansyah akan melaporkan anggota DPRD Natuna periode 2009-2014 ke Kejati, karena diduga menggunakan dana APBD Natuna yang tidak jelas peruntukannya. Langkah NCW Kepri ini dilakukan setelah melihat tidak adanya respon dari Kejari Natuna untuk memeriksa para anggota DPRD itu setelah pihak merilis ke media.

“Setelah kita tunggu-tunggu tidak ada respon dari Kejari untuk memeriksa para anggota dewan tersebut. Supaya kasus ini tidak berhenti maka kami yang melaporkan mereka ke Kejati,” kata Mulkansyah, kemarin.

Menurut Mulkan, anggota dewan periode 2009-2014 mendapatkan banyak dana APBD yang pos anggarannya, mereka buat sendiri. Celakanya, dana yang mencapai puluhan miliar itu tidak jelas pertanggungjawabannya.

Menurut dia, dana yang diterima masing-masing anggota dewan berjumlah Rp3-7 miliar per orang. Perbedaan tersebut ditentukan berdasarkan jabatannya di DPRD Natuna. Jika cuma anggota biasa hanya mendapatkan Rp3 miliar dan untuk unsur pimpinan Rp7 miliar. Dana tersebut dibagikan setelah akhir tahun anggaran.

“Ini kan sudah nggak benar. Ini yang namanya korupsi berjamaah itu. Masa uang negara dibagi-bagi seperti membagi kue saja. Saat ini data-data mengenai bagi-bagi uang tersebut sedang kita kumpulkan. Jika Kejari tak sanggup mengusutnya, kita akan serahkan ke Kejati,” kata Mulkan.

Langkah NCW tersebut mendapat dukungan Mantan Anggota DPRD Natuna Harmain Usman yang kini ditahan di Polda Kepri terkait kasus korupsi dana bansos. Ia mengatakan, dana APBD yang dibagi-bagikan itu disampaikan bupati usai rapat paripurna DPRD Natuna tahun 2013. (sfn/HK/SK-001)

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

height="100%"

loading...
banner 740x400

banner

banner