, ,

Nelayan Hilang Saat Mancing di Pulau Tekong

oleh
Tim SAR Tanjungpinang melakukan pencarian seorang nelayan yang hilang di perairan Pulau Tekong, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan. (Foto : SAR TPI)

Nelayan Hilang Saat Mancing di Pulau Tekong
– Diduga Tali Pancing Ditarik Ikan Besar.

Sijori Kepri, Bintan — Seorang nelayan, Zakaria (45), warga Desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, tiba-tiba menghilang, saat ia tertidur di atas pompong, di perairan Pulau Tekong, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, Rabu, (15/4/2020) subuh sekira pukul 04.00 WIB. Di atas pompong, korban ditemani Bayu, seorang temannya sesama nelayan.

Menurut keterangan Anggota DPRD Bintan, Arwan, kejadian berawal korban dan Bayu, calon menantu korban, pergi mencari ikan, Selasa, (14/4/2020) malam. Sebelum mancing, pompong mereka singgah ke perairan Alang Jengking, Pulau Kelong, untuk menangkap sotong, yang akan dijadikan umpan mereka mancing.

”Kebetulan saya kenal dengan korban dan Bayu. Bayu menceritakan kronologis kejadian pada saya,” kata Arwan, Rabu, (15/4/2020) malam.

Sekitar dua jam mencari sotong, mereka lantas pergi ke Pulau Tekong, Selasa, (14/4/2020) sekira pukul 11.00 WIB. Di Pulau Tekong ini, ada pula Pulau Tuka dan Pulau Buros. Beberapa jam mereka mancing di lokasi ini. Akhirnya, Bayu minta izin ke korban, ingin istirahat karena mata mengantuk.

”Kepada Bayu, korban bilang, istirahatlah dulu. Sebentar lagi, ia juga akan istirahat. Tidak lama kemudian, Bayu dan korban terlelap tidur di atas pompong mereka. Sementara, tali pancing belum ditarik. Tali tersebut, diikatkan ke kaki korban,” kata Arwan.

Saat mereka tidur inilah, terjadi kejadian. Korban tiba-tiba menghilang. ”Sekitar pukul 04.00 WIB, Bayu terbangun. Ia tidak melihat korban. Hanya topi korban saja yang masih tergeletak di atas pompong.

Bayu, kemudian mencari korban. Namun, upaya ini tidak berhasil. Dan ia pulang ke Pulau Kelong memberitahukan kejadian ke warga.

”Akhirnya, saya menghubungi pihak Basarnas Tanjungpinang. Saat ini, tim SAR gabungan, masih melakukan pencarian,” katanya.

Dugaan sementara, korban menghilang akibat pancing dimakan ikan besar. Karena tali pancing ukuran besar, tubuh korban ikut tertarik ke laut.

”Dua hari sebelum kejadian, korban juga mancing di lokasi kejadian. Ia dapat ikan jenis Kemejan, seberat 80 kilo. Saat mengangkat ikan, ia sempat melihat ikan jenis yang sama. Ukurannya jauh lebih besar dari ikan yang didapat. Korban pun penasaran, dan mereka pergi mancing untuk mendapatkan ikan yang ia lihat sebelumnya. Namun, kejadiannya lain. Beliau hilang,” kata Arwan.

Terpisah, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang Mu’min, mengatakan, tim SAR gabungan tengah melakukan pencarian terhadap korban. Tim yang diturunkan kantor SAR Tanjungpinang, Polair Polda Kepri, Polair Polres Bintan, Polsek Bintan Timur, Babinkabtibmas, Babinsa dan Masyarakat setempat.

”Alat yang kita gunakan antara lain RB 209 dan Sekoci, Alat Selam, Palkom dan Palmedis,” katanya. (Wak Zek)

Click to rate this post!
[Total: 1 Average: 5]