GESER UNTUK BACA BERITA
Example 325x300
KEPRINATUNA

Nurdin Tinjau Aktifitas Nelayan “LUBUK LUMBANG”

×

Nurdin Tinjau Aktifitas Nelayan “LUBUK LUMBANG”

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, meninjau aktifitas nelayan Lubuk Lumbang. (Foto : Humpro Kepri)

NATUNA (SK) — Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, yang didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri, Raja Ariza, meninjau Pelabuhan Pring, Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur, Natuna, Selasa, (04/10/2016).

Dalam kesempatan itu, Nurdin, meninjau aktifitas kegiatan rukun nelayan Lubuk Lumbang, di Pelabuhan Pring. Mulai dari proses jual beli hasil tangkapan, melihat alat tangkap dan perbaikan kapal nelayan.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Kehadiran Nurdin saat itu, langsung dimanfaatkan nelayan untuk menyampaikan sejumlah aspirasinya. Saat ini, Rukun Nelayan yang berdiri sejak Februari 2016 dan terdapat 8 KUBE, mereka sedang mengajukan bantuan dari pusat, berupa kapal nelayan 5 GT dan 10 GT.

BACA JUGA :  Bawaslu Bintan Tindaklanjuti Dugaan ASN Terlibat Politik Praktis

Ketua Koperasi Konpas L2, Muksinin, menyampaikan, bahwa mereka berharap adanya campur tangan dari Pemerintah untuk pembinaan terhadap koperasi mereka. Apalagi, mereka hanya mengumpul modal sendiri dari iuran anggota.

BACA JUGA :  Resmi Ditetapkan, Ini Upah Minimum Provinsi Kepri Tahun 2023, Mulai Berlaku 1 Januari 2023

Sementara ini, tutur Muksinin, hasil tangkapan susah untuk dijual, dan pembeli hanya lokal. Memang Pelindo sudah memiliki wacana, akan menampung hasil tangkapan nelayan Lubuk Lumbang. Dan, untuk wilayah tangkapan 12 mil, sering mengalami kendala dengan nelayan lain, mengenai wilayah tangkapan tersebut.

“Kami berharap, ada bantuan pompong 5 GT dan 10 GT, beserta alat tangkapnya,” kata Muksinin.

BACA JUGA :  Markas Yon Mar 10 di Pulau Setokok “KURANG FASILITAS”

Dalam kesempatan itu, Nurdin, langsung memerintahkan kepada Raja Ariza, supaya segera mencarikan terobosan untuk meningkatkan sektor perikanan Natuna yang begitu luas. Sehingga, daya beli/serapan terhadap hasil tangkapan, bisa berimbang dalam mensejahterakan masyarakat. Termasuk juga soal permintaan untuk dibangun pabrik es yang berkaitan dengan listrik dan air. (SK-DY/R)