, ,

Nyat Kadir Tertarik Kerjasama Dengan “KEPALA DAERAH YANG AGRESIF”

oleh
Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

LINGGA (SK) — Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Kepri, Drs. Nyat Kadir, melakukan kunjungan kerja (Kunker) dalam rangka reses ke Provinsi Kepri. Kedatangan anggota komisi yang membidangi industri, iventasi dan persaingan usaha tersebut, disambut hangat oleh Bupati Lingga, H. Alias Wello, yang didampingi beberapa pejabat dan staff di Lingkungan Pemkab Lingga, langsung mengadakan pertemuan di Ruang Rapat Kantor Bupati Lingga, Senin, (08/08/2016), kemarin.

Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Kepri, Drs. Nyat Kadir, menuturkan, Kepulauan Riau merupakan tempat dimana ia dilahirkan. Sehingga, ia merasa terpanggil untuk melaksanakan tugas, sambil bernostalgia pulang kampung bertemu keluarga dan masyarakat di Lingga.

“Saya merasa punya ikatan emosional dengan Kepulauan Riau, karena ini adalah tempat lahir saya, keluarga besar saya, sehingga memudahkan saya secara emosional untuk merasa memiliki,” ungkap Pria yang pernah digelar masyarakat Kepri Datok ini, kepada awak media.

Sebagai anggota legislatif ditingkat Pusat, kata Nyat Kadir, kunjungannya ke Kepulauan Riau khususnya Kabupaten Lingga, dalam rangka meminta masukan saran. Serta, menampung aspriasi baik dari Pemerintah Daerah maupun masyarakat, yang nantinya akan disampaikan ke DPR RI melalui rekomendasi ke bidang-bidang terkait.

Yang selalu menjadi permasalahan Kabupaten Lingga, tutur Nyat Kadir, tidak jauh dari persoalan keterbatasan anggaran pembangunan yang kecil. Sehingga, gerak Pemerintah Daerah dalam mengoptimalkan potensi yang ada, sangat terbatas. Dengan kondisi keuangan Lingga saat ini yang masih relatif kecil, sehingga untuk menjadikannya lebih besar akan cukup sulit diubah. Selain status Lingga bukan daerah tertinggal yang tidak bisa diperhatikan secara khusus, namun pengaruh ekonomi global juga menjadi penyebab cukup besar terhadap struktur APBN.

“Memang ini pengaruh ekonomi global, tentu ada pergantian lagi di kursi menteri keuangan. Menteri keuangan yang baru ini, lebih lagi realisir melihat sektor pajak Indonesia yang tidak akan mencapai target, malah minus sekitar Rp 215 Triliun. Sehingga, kemungkinan terjadi dua kali APBN Perubahan,” terang politisi Partai NasDem ini.

Pemkab Lingga harus tetap optimis dalam hal ini, lanjut Nyat Kadir, Agar pembangunan yang telah terskema dengan baik, dapat terealisasi. Saya berjanji, akan selalu berupaya mendukung tercapainya realisasi pembangunan yang diusung daerah. Terutama disektor industri, yang memang menjadi salah satu tugas dan fungsi Komisi VI. Selain itu, saya sangat tertarik bekerja sama dengan kabupaten dan kota, yang kepala daerahnya agresif dan memiliki semangat tinggi dalam membangun wilayahnya.

“Saya menilai Batam dan Lingga, sangat baik dalam menjemput bola pembangunan. Saya lebih suka, bekerja sama dengan kepala daerah yang seperti ini,” unggahnya. (SK-Pus)

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

height="100%"

loading...
banner 740x400

banner

banner