Ojek Tanjung Buton Keluhkan Penghasilan Menurun

oleh

– Terkait Penumpang Dari Jagoh Lebih Memilih Naik di Pelabuhan Penarik

LINGGA (SK) — Puluhan pengojek yang mangkal di pelabuhan Tanjung Buton, Daik Lingga, mulai mengeluhkan turunnya penghasilan mereka akhir-akhir ini, turunnya penghasilan mereka dikarenakan para penumpang dari Jagoh menuju Daik Lingga yang menggunakan speed boat lebih memilih dari pelabuhan Jagoh ke pelabuhan Penarik, Daik Lingga, akibatnya tentu saja berdampak pada pengojek Pelabuhan Tanjung Buton, yang menggantungkan penghasilan dengan jasa mengojek.

Arifin, salah seorang tukang ojek yang sehari-harinya mangkal di pelabuhan tanjung buton, mengatakan, saat ini penghasilan dari jasanya mengojek memang berkurang dari sebelumnya, hal ini karena penumpang dari pelabuhan jagoh memilih ke pelabuhan penarik, kita tidak tau alasan mereka (para penumpang-Red) lebih memilih naik dari pelabuhan penarik untuk ke kota Daik Lingga.

BACA JUGA :  KPU Lingga Mulai Sosilisasikan Cara Memilih

“Kita berharap, Dinas Perhubungan Komunikasi Dan Informatika (Dishubkominfo) untuk dapat mengatur trayek Jagoh-Tanjung Buton, guna meningkatkan penghasilan mereka sebagai pengojek,” ungkapnya, Sabtu (30/5/2015) kemarin.

Arifin menambahkan, bila melihat dari jarak tempuh dari pelambuhan jagoh ke penarik memang relatif lebih dekat hanya memakan waktu lebih kurang 20-25 menit bila mengunaka Speed Boat, mungkin dengan jarak tempuh yang lebih singkat menjadi alasan para penumpang memilih pelabuhan penarik.

“Dibandingkan jarak tempuh dari pelabuhan Jagoh ke Tanjung Buton yang sedikit lebih jauh, memakan waktu 45 hingga 1 jam bila menggunakan Speed Boat, menurutnya, bila para penumpang berangkat lewat pelabuhan tanjung buton ada retribusi yang masuk ke daerah tentunya akan menambah PAD Lingga, karena pelabuhan tanjung buton adalah pelabuhan resmi milik Pemerintah,” lanjut Arifin.

BACA JUGA :  Pemkab Anambas Laksanakan Dialog Interaktif Antar Umat Beragama

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dishubkominfo, Kabupaten Lingga, Hendri Efrizal, menuturkan, untuk para penumpang dari pelabuhan Jagoh yang naik ke pelabuhan Penarik, hal tersebut tidak masalah, karena tidak ada aturan yang mengatur untuk penumpang carter, jadi tidak ada masalah mereka mau naik lewat mana dan mereka berhak memilih.

“Bagi penumpang Carter tidak masalah ingin merapat di pelabuhan mana, karena tidak ada aturan yang mengikat, kecuali trayek kapal, izinnya ada pada dishub, jadi harus ke pelabuhan,” terang Hendri Efrizal, kepada wartawan, Minggu (31/5/2015).

Untuk retribusi pelabuhan berkurang, akan kita pikirkan, namun Dishub tidak bisa mengatur speed carter baik dari Tanjung Buton – Jagoh atau sebaliknya.

BACA JUGA :  Besok Dijadwalkan Presiden Jokowi dan Menkes Budi Akan Hadir di Tanjung Pinang

“Speednya memang mempunyai izin, namun untuk izin trayek memang tidak ada, jadi tidak ada aturan yang mengikat untuk speed tersebut merapat dipelabuhan mana,” imbuhnya. (SK-Pus)

LIPUTAN LINGGA : PUSPADINTO
EDITOR : DEDI YANTO

Shares

No More Posts Available.

No more pages to load.