,

[OPINI] Pandemi Covid-19 : Lapangan Kerja Sempit, Pekerja di PHK

oleh
Helly Yana Harahap, Mahasiswi Jurusan Ilmu Administrasi Negara, Fisipol UMRAH. (Foto : Ist)

Pandemi Covid-19 : Lapangan Kerja Sempit, Pekerja di PHK
Oleh : Helly Yana Harahap
Jurusan Ilmu Administrasi Negara, Fisipol UMRAH
email : hellyyana15@gmail.com

Pandemi Virus Corona, atau akrab disebut Corona Virus Disease (Covid-19) tengah melanda belahan dunia, termasuk Indonesia. Hingga kini, pandeminya belum berakhir, dan warga diminta terus menggunakan alat protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

Dampaknya negatif mulai dirasakan. Warga resah. Tiap hari, jumlah korban positif bertambah. Data Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 nasional, hingga Senin, (29/06/2020), jumlah warga terinfeksi positif capai 55.092 orang. Bahkan, hingga kini jumlahnya terus bertambah.

Merebaknya pandemi Covid-19 di Indonesia membuat pemerintah kalang kabut. Segala upaya pun dilakukan oleh pemerintah, agar dapat memutus rantai penyebaran virus mematikan ini.

Pemerintah menegaskan agar melakukan aktivitas di dalam rumah, mulai dari belajar dan bekerja dari rumah. Dampak dari wabah ini sangat dirasakan oleh para pekerja, karena dampak paling besar dari wabah ini yaitu pada sektor perekonomian.

Akibat berhentinya perekonomian, banyak para karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziah, mengatakan, kemungkinan jumlah pekerja yang dirumahkan atau yang terkena PHK akibat Covid-19 lebih dari 3 juta orang.

Para pekerja mulai resah, banyak karyawan yang di PHK, sementara kebutuhan hidup pun melonjak, pekerjaan yang jadi tumpuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun telah hilang.

Akibatnya, para karyawan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, karena berkurangnya penghasilan. Banyaknya para karyawan yang di PHK tidak berarti peluang kerja akan semakin mudah, justru di tengah pandemi ini sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Jangankan untuk itu, membuka lowongan pekerjaan, banyak perusahaan yang memutuskan untuk melakukan PHK kepada beberapa karyawannya, bahkan tidak sedikit yang memutuskan untuk menutup usahanya karena merosotnya perekonomian saat ini. Sementara kebutuhan hidup harus tetap terpenuhi untuk tetap bertahan hidup.

Dampak ini dirasakan oleh seluruh pekerja di Indonesia. Banyaknya karyawan yang di PHK, mengakibatkan jumlah pengangguran bertambah. Jika tidak bekerja, lalu bagaimana akan mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari?.

Mendapatkan pekerjaan yang sesuai bukanlah hal yang mudah, kesulitan untuk mendapat pekerjaan sudah terjadi, bahkan sebelum pandemi ini terjadi. Lalu bagaimana sekarang? Tentu saja akan lebih sulit. Pasalnya banyak perusahaan yang lebih memilih untuk memutuskan hubungan kerja terhadap karyawan nya daripada membuka lowongan pekerjaan yang baru untuk sekarang ini.

Banyaknya perusahaan yang memilih menutup usahanya juga membuat harapan untuk mendapatkan pekerjaan semakin sedikit. Sementara pada zaman sekarang ini, saingan untuk mendapatkan pekerjaan sangat banyak. Ditambah lagi dengan adanya pandemi ini, tentu ini akan membuat persaingan dalam mencari pekerjaan lebih sengit.

Lowongan kerja yang sempit dan banyaknya pesaing untuk mendapatkan pekerjaan yang menjadi faktor utama sulitnya mendapat pekerjaan. Lalu bagaimanakah upaya yang akan dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi keadaan ini?. Akankah pemerintah akan mengambil kebijakan bagi para karyawan yang di PHK?. Semoga saja pandemi ini cepat berlalu, dan perekonomiannya pun kembali normal. ***

Click to rate this post!
[Total: 1 Average: 5]