Orang Gila Menjamur di Tanjungpinang

oleh

TANJUNGPINANG (SK) — Orang gila alias tak waras menjamur di Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Tanjungpinang akhir-akhir ini. Kondisi itu membuat resah masyarakat Bumi Segantang Lada.

Iken (32), ibu rumah tangga di Tanjungpinang ini misalnya. Ia mengaku resah dengan maraknya orang gila tersebut. Bahkan katanya, orang gila sempat mondar-mandir di depan rumahnya.

“Takut ya bang. Namanya orang gila. Tiba-tiba saja mereka ngamuk kan repot. Untung rumah saya ada pagarnya. Makanya, agar tak terjadi apa-apa, pagar saya tutup kalau siang hari,” tuturnya, Kamis (12/03/2015).

Iken berharap, pemerintah daerah melalui perangkat aparat keamanannya, tentunya dapat memantau kondisi tersebut. Guna ketertiban serta kenyamanan masyarakat. Apalagi, sudah ada instansi terkait yang menangani persoalan sosial, seperti Dinas Sosial (Dinsos).

“Bukan hanya orang gila yang banyak sekarang. Anak-anak punk dengan perawakan seram dan bertato juga berkeliaran dijalan-jalan. Ngeri juga liatnya dan gak nyaman,” sambungnya kembali.

BACA JUGA :  Para Wisudawan, Nurdin Ingatkan "JANGAN HANYA TAMBAH PENGANGGURAN"

Hal senada juga dikatakan Pemerhati Sosial di Tanjungpinang, Dedi Stefano. “Iya benar. Banyak orang gila sekarang di Tanjungpinang. Sayapun heran kok semakin marak mereka. Mondar-mandir sana kemari. Kadang ada yang bawa kayu,” bebernya.

Dedi menyebutkan, peran Dinsos Kota Tanjungpinang tidak ada. Sehingga orang gila menjamur dimana-mana. Buktinya, dapat dijumpai di sejumlah kawasan. Seperti di Jalan Potong Lembu, Jalan D.I Panjaitan Kilometer 8, 9 hingga 10.

“Jumlahnya bervariasi. Kalau di Potong Lembu, kalau malam hari ada sekitar 4 orang gila. Termasuk di Batu 8 keatas ada 5 orang gila. Kalau ditotal sesuai amatan saya, belasan ada di daerah ini,” ungkap Dedi.

Ia berharap, Dinsos peka menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Bahkan ada salah satu rumah kosong di Batu 8, pas saya lewat dimalam hari, itu jadi markas orang gila. Cukup meresahkan ganggu pemandangan dan kontradiksi sekali dengan pembangunan dan pertamanan yang cantik. Kota ini sekarang sedang dibenahi. Termasuk para peminta-peminta dijalan raya itu, perlu dibina,” harap Dedi.

BACA JUGA :  Dinsosnaker Tanjungpinang Gelar Buka Bersama 500 Lansia

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Tanjungpinang Surjadi membenarkan informasi itu.

“Sulit mendata orang itu. Karena mereka kadang -kadang nanti dicampakkan orang kesini. Ada yang dari Kijang (Bintan) ditemui di Tanjungpinang. Nama-nama mereka dan keluarganya dimana juga sulit diketahui. Masalahnya juga kita gak punya smelter (tempat penampungan orang gila). BPJS nya juga harus disiapkan. Kalau ada penampungan dan klinik kesehatan penyakit jiwa bisalah, ini kita gak ada,” beber Surjadi.

Dia menyebutkan, pihaknya sudah beberapa kali mengirimkan orang gila ke Pekanbaru, Riau. Karena disana memiliki tempat pembinaan yakni Rumah Sakit Kejiwaan. Namun, Surjadi berjanji akan mengindentifikasi mereka lagi.

“Karena yang kami tangani itukan yang terlantar. Kalau yang ada keluarganya itu Dinas Kesehatan yang nanganin. Apalagi, kita dibatasi Undang Undang nomor 18 tahun 2014 tentang kesahatan jiwa. Disitu diatur apa yang menjadi kewenangan kita. Tapi tetap kita tangani, karena jadi masalah sosial jugakan,” jelas Surjadi.

BACA JUGA :  Kepergok Gunakan Narkotika 3 Pelaku Diringkus di Anambas

Terkait informasi rumah kosong di Jalan Batu 8 menjadi markas orang gila, Surjadi menegaskan akan segera mengecek kelokasi tersebut.(SK-RUD)

Shares
Rekomendasi Untuk Anda :

No More Posts Available.

No more pages to load.