, , , , , ,

Pandemi COVID-19, Bupati Natuna Bahas Surat Edaran dari Kemenag

oleh
Pandemi COVID-19, Bupati Natuna Bahas Surat Edaran dari Kemenag 1
Bupati Natuna, H Abdul Hamid Rizal, memimpin rapat membahas Surat Edaran dari Kemenag. (Foto : Prokopim Natuna)
Click to rate this post!
[Total: 1 Average: 5]

Pandemi COVID-19, Bupati Natuna Bahas Surat Edaran dari Kemenag
– Tentang Panduan Ibadah di Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri.

Pandemi COVID-19, Bupati Natuna Bahas Surat Edaran dari Kemenag 2
Kapolres Natuna, AKBP Ike Krisnadian S.IK M.Si, turut menghadiri rapat bersama Bupati Natuna, H Abdul Hamid Rizal. (Foto : Prokopim Natuna)

Sijori Kepri, Natuna — Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna, bersama Kepolisian Resort Natuna (Polres) Natuna, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Bagian Kesra Setda Natuna dan Imam Besar Masjid Agung Natuna, menggelar Rapat Koordinasi guna membahas penanggulangan Corona Virus Disaese 2019 (Covid-19), bertempat di Ruang Pertemuan Lantai II Kantor Bupati Natuna, Jalan Batu Sisir, Bukit Arai, Kecamatan Bunguran Timur, Rabu, (8/4/2020) pagi.

Bupati Natuna, Drs H Abdul Hamid Rizal M.Si, yang memimpin langsung rapat tersebut mengungkapkan, bahwa pertemuan antar lintas sektoral tersebut dilaksanakan guna membahas mengenai adanya Surat Edaran Pemerintah Pusat Nomor : SE/6/2020 tentang Panduan Ibadah di Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah (2020) di tengah kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia, khususnya di Kabupaten Natuna.

Hamid Rizal menuturkan, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agama telah memberikan panduan soal pelaksanaan Ibadah sesuai syariat Islam, dalam rangka mencegah, menghindari dan menekan penyebaran Covid-19, bagi melindungi para pegawai Pemerintahan, maupun Masyarakat Muslim di tanah air. Terutama pada saat menjelang maupun masuknya Bulan Suci Ramadhan tahun ini.

Dalam surat edaran tersebut, sambung Hamid Rizal, terdapat beberapa poin yang mengatur mengenai pelaksanaan ibadah bagi umat muslim di Indonesia. Salah satu pointnya adalah meniadakan sholat berjamaah di Masjid maupun Mushola untuk sementara waktu, selama Covid-19 masih menjadi ancaman. Diantaranya Sholat Fardhu 5 Waktu, Sholat Jum’at, Sholat Tarawih dan Sholat Idul Fitri.

Menurut Bupati, langkah ini diambil Pemerintah guna melindungi warganya dari resiko terpaparnya salah satu virus mematikan tersebut. Untuk itu beliau berharap agar masyarakat Muslim di Kabupaten Natuna, terutama para tokoh agama, dapat memahami dan mengerti atas kebijakan yang telah dibuat oleh Pemerintah saat ini.

“Meskipun saat ini Natuna masuk dalam zona hijau pandemi Covid-19 (nihil kasus Corona), namun alangkah baiknya jika kita semua dapat mencegah guna memutus mata rantai jenis virus tersebut,” pungkasnya. (nard/prokopim)

Pandemi COVID-19, Bupati Natuna Bahas Surat Edaran dari Kemenag 3
Bupati Natuna, H Abdul Hamid Rizal, memimpin rapat membahas Surat Edaran dari Kemenag Tentang Panduan Ibadah di Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri. (Foto : Prokopim Natuna)

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

height="100%"

loading...
banner 740x400

banner

banner