Pasca Merebak COVID-19, Nasib TKI di Malaysia Memprihatinkan

oleh
Para Pekerja TKI ilegal yang baru sampai dari Malaysia dikumpulkan di Kantor Camat Bintan Utara, diawasi aparat TNI dan Polri. (Foto : Patar Sianipar)

Sijori Kepri, Bintan — Pasca merebak Virus Corona yang melanda Malaysia, nasib Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI), khususnya yang tidak memiliki dokumen perizinan yang jelas atau disebut ilegal, sangat memprihatinkan.

Sebagian besar perusahaan tempat TKI ilegal ini bekerja di Malaysia, menutup usaha. Akibatnya, mereka tidak bisa bekerja dan terpaksa memilih pulang ke tanah air. Proses pemulangan menggunakan jalur pelabuhan tidak resmi.

Seperti terjadi Kamis, (9/4/2020). Sekitar 53 TKI ilegal asal Malaysia, masuk ke Indonesia melalui pelabuhan rakyat Sungai Tongkang, Tanjung Uban Selatan, Kabupaten Bintan, menggunakan kapal seadanya.

Kedatangan pahlawan devisa ini, diawasi aparat TNI dan Polri. Hal ini dilakukan untuk menghindari merebak Virus Corona di Tanjung Uban. Mereka dikumpulkan di Kantor Camat Bintan Utara.

BACA JUGA :  53 TKI Ilegal Asal Malaysia Masuk ke Indonesia

Salah seorang TKI ilegal, Rokip (30), mengatakan, kepulangan mereka dari Malaysia karena di negara tersebut diberlakukan lock down COVID-19. Sehingga aktivitas kerja dihentikan untuk sementara.

”Jangankan untuk mengumpulkan uang, untuk makan saja sulit kami dapatkan. Lebih baik pulang ke Indonesia daripada hidup sengsara di Malaysia,” katanya.

Ayah satu anak ini melanjutkan, awalnya ia masuk Malaysia secara resmi. Delapan tahun ini bekerja di Malaysia. Karena ditipu majikan, pengurusan dokumen tidak terlaksana.

”Karena majikan saya menipu pengurusan izin permit. Mau tak mau kami harus kembali ke kampung halaman secara sembunyi. Saya membayar ongkos pulang berkisar 1.900 Ringgit Malaysia dan di pantai sebelum turun diminta lagi 400 Ringgit dan Rp. 200.000,” katanya.

BACA JUGA :  Resahkan Warga Tanjung Uban, Pelaku Hipnotis Diringkus

Sementara, salah seorang warga ditemui di lokasi Kantor Camat Bintan Utara, M Idha, mengaku gerah atas hadirnya TKI tersebut.

”Sebelumnya 39 TKA masuk ke Bintan melalui Pelabuhan Bulang Linggi. Mereka adalah pekerja PT BAI,” tegasnya.

Ketua FKPPI Bintan Utara, Roberianto, mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bintan segera menutup akses pelabuhan tikus yang ada di Bintan.

“Hal ini sangat merugikan, karena selain tidak adanya kontribusi ke pemerintah, dapat juga dijadikan sebagai jalur masuknya Narkoba dan TKI,” jelasnya.

Adek, salah seorang warga yang protes akan kedatangan TKI ilegal ini meminta agar pelaku yang membawa para TKI ini agar segera ditindak. (Wak Tar)

Shares

No More Posts Available.

No more pages to load.