Pelansir Solar di Bintan Kembali Marak

oleh

BINTAN (SK) — Aksi praktek kecurangan seperti melangsir Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) oleh sejumlah kalangan tertentu, sepertinya tidak bisa ditertibkan secara permanen.

Terbukti dengan tumbuhnya lagi kendaraan-kendaraan yang digunakan oleh sejumlah manusia dalam melakukan praktek kecurangan dalam melangsir solar di SPBU. Meskipun aksi serupa sempat redup dengan diberlakukannya kartu survei serta pengawasan gabungan dari pemerintah dan Polisi Militer (PM).

Namun nyatanya belakangan ini para pelangsir BBM itu tumbuh lagi. Sudah hampir dua pekan terakhir, antrian panjang yang didominasi oleh kendaraan roda empat jenis panther mulai membuat barisan panjang di salah satu SPBU yang ada di Km 16 Kecamatan Toapaya.

Antrian panjang yang tak biasa itu, membuat sejumlah kalangan masyarakat menyoroti dan menilai hal ini merupakan lemahnya pengawasan yang dilakukan baik pemerintah maupun instansi aparat terkait lainnya dalam mengawasi pendistribusian BBM subsidi jenis solar tersebut.

Mereka menilai Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang biasa berjaga di setiap SPBU, belakangan tidak lagi terlihat. Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LIDIK Kepri melalui seketaris umum (Sekum) Indra Jaya mengatakan, kegiatan pengawasan yang dilakukan anggota Satpol PP Bintan, saat ini tidak lagi ada seperti biasanya.

BACA JUGA  Apri Sujadi Tinjau Lokasi Banjir

Indra mengungkapkan, kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui instansi Satpol PP terkesan setengah-setengah dalam mengawasi BBM Subsidi tersebut di wilayah Bintan.

Antrian panjang yang mencapai ratusan meter dibadan jalan itu, terus saja terjadi bahkan tidak lagi diambil solusinya. Pengawasan yang dilakukan Satpol PP biasanya terlihat dilokasi tempat mengisi bahan bakar sudah tidak lagi terlihat.

“Kegiatan ini setengah-setengah,” ujarnya, Jum’at (17/10).

Aksi yang kian marak terjadi pada pagi hari hingga menjelang siang tersebut, hingga kini tidak memberikan respon kepada pihak terkait untuk segera mengambil langkah pengawasan dalam hal pendistribusiannya.

“Segera diambil solusi, satpol PP jangan takut selagi yang dilakukan itu tidak menyalahi aturan,” ungkap Indra.

Sebelumnya Bupati Bintan Ansar Ahmad telah menegaskan, dua SPBU di Bintan yakni SPBU Kijang Kecamatan Bintan Timur dan SPBU km 16 Kecamatan toapaya harus dijaga ketat. Hal ini terkait dengan adanya kegiatan pelansiran solar yang biasa terjadi di dua SPBU tersebut.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan kata Ansar, sudah berkoordinasi dengan pihak
kepolisian dan TNI AL serta TNI AD. Untuk itu, Pemkab sangat serius dalam mengawasi pendistribusian BBM subsidi tersebut.

BACA JUGA  Apri Sampaikan LKPJ Bupati Bintan

Selain itu juga lanjut Ansar, masalah pelansir solar ini merupakan jaringan yang sangat terstruktur. Oleh karena itu akan sangat kesulitan untuk mengungkap pelakunya.

“Intinya, petugas harus perketat pengawasan. Hal ini jangan ada yang main-main dengan aturan yang ada. Karena konsekuensinya akan menerima hukuman yang berat,” ungkap Ansar menegaskan.(HK/SK-001)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.