, ,

Pembakaran Kapal Asal Karimun di Tambelan, Warga, Nahkoda dan 11 ABK Diminta Keterangan

oleh
Kapal Nelayan, KM Harapan Jaya I, asal Kabupaten Karimun dibakar warga, di perairan Desa Kampung Melayu, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan. (Foto : Ist)

Sijori Kepri, Bintan — Kasus pembakaran kapal nelayan, KM Harapan Jaya I, di perairan Desa Kampung Melayu, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Kamis, (2/4/2020) siang, akhirnya berujung ke penyidikan pihak polisi.

Nahkoda berikut 11 Anak Buah Kapal (ABK), belum bisa meninggalkan Tambelan, karena polisi masih minta keterangan seputar kejadian. Tidak saja kru kapal yang diminta keterangan, polisi juga minta keterangan warga setempat.

Camat Tambelan, Kabupaten Bintan, Hasan Basri, mengatakan, ia sama sekali tidak mengetahui kasus ini. Begitu pula dengan aparat polisi Tambelan. Kasus pembakaran tersebut secara spontan dilakukan warga setempat, tanpa ada rencana sebelumnya.

”Camat dan polisi sama sekali tidak mengetahui kejadian ini. Kita mengetahuinya setelah kapal hangus terbakar. Itu pun karena ada laporan dari warga,” kata Hasan Basri, Sabtu, (4/4/2020).

Hasan melanjutkan, keterangan yang ia peroleh dari kru kapal, mereka baru pertama kali melakukan aktivitas mencari ikan di wilayah 20 mil perairan Tambelan. Selama ini, kapal mencari ikan di laut terdalam.

Sebagai pucuk pimpinan Kecamatan Tambelan, Hasan mengaku sangat menyayangkan kejadian ini. Seharusnya, sebelum mengambil tindakan terhadap nelayan luar, warga berkoordinasi dulu dengan pihak Polisi, Camat maupun pihak berwewenang lainnya di Tambelan.

”Selaku Camat, terus terang kita sayangkan kejadian ini. Seharusnya, sebelum kejadian, warga berkoordinasi dulu dengan Camat atau Polisi. Tentu ada jalan keluar terbaik yang akan dilakukan. Tidak langsung main bakar saja,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapal Nelayan, KM Harapan Jaya I, dibakar warga, di perairan Desa Kampung Melayu, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Kamis, (2/4/2020) siang. Sebelum dibakar, Nahkoda dan 11 Anak Buah kapal (ABK) dipaksa turun. Mereka langsung diamankan.

Kapal naas berbobot 25 GT ini, sebelumnya bertolak dari Kabupaten Karimun. Ketika menjalankan aktivitas pencarian ikan jenis Cumi, tiba-tiba didatangi puluhan warga Tambelan. Tidak berlama-lama, warga langsung minta seluruh kru turun dari kapal. Dan, kejadian pembakaran pun terjadi. Kobaran api sangat cepat membakar seluruh bodi kapal. Api padam setelah kapal hangus. (Wak Obet)

Click to rate this post!
[Total: 1 Average: 5]