, , ,

Pemilik Hotel Satria Bantah Lakukan Penganiayaan

oleh
Pemilik Hotel Satria Bantah Lakukan Penganiayaan 1
Pemilik Hotel Satria Karimun, Billy, saat konfrensi pers di Hotel Holiday, Kabupaten Karimun. (Foto : Taufik)

Pemilik Hotel Satria Bantah Lakukan Penganiayaan

SIJORIKEPRI.COM, KARIMUN — Pemilik Hotel Satria Karimun, Billy, dituduh melakukan pengeroyokan, penganiayaan, perampasan dan pelecehan terhadap mantan karyawannya, Ricardo.

Awalnya, Billy tidak menanggapi tuduhan tersebut. Karena, menurutnya tuduhan ini tidak ada bukti. Namun, karena tuduhan telah meluas hingga media sosial dan media online, Billy pun mengambil sikap.

”Saya tidak terima dengan tuduhan ini. Saya akan laporkan balik ke aparat penegak hukum,” kata Billy, kepada sijorikepri.com, Senin, (29/7/2019) sore.

Meski, Billy mengaku belum melakukan niatnya untuk melaporkan Ricardo, namun Billy mengaku tidak main-main dengan niatnya ini.

”Saya telah dilaporkan Ricardo ke polisi. Saya siap dan akan kooperatif. Tapi, dengan pelaporan ke polisi ini, saya tentu tidak terima. Saya akan balik melaporkannya ke polisi,” tegasnya.

Terkait pengaduan mantan karyawannya ini, Billy mengatakan, kalau memang benar, kenapa setelah kejadian dua minggu, baru dia melapor ke Polres.

“Kenapa tidak saat kejadian kalau memang itu benar,” kata Billy, ditemui di Hotel Holiday Karimun.

”Logikanya, jika memang saya benar menelanjangi dia, mengapa ketika dia mengaku berhasil kabur mengenakan pakaian, kemudian lari ke Hotel Wiko dan diberi uang, ini sangat aneh kan, kenapa tidak lapor ke Polsek atau ke Polres,” sambungnya.

”Apalagi sampai-sampai Ricardo bilang saya mengancam untuk membunuhnya. Sekali lagi saya tegaskan, itu tidak benar dan hoak,” tambahnya.

Menurut Billy, laporan mantan karyawannya tersebut ke pihak kepolisian kemungkinan ada dipicu pihak lain dibalik kasus yang terjadi, dan ia akan menuntut balik atas pencemaran nama baiknya.

“Kita juga tidak tahu siapa yang ajari dia untuk membuat laporan dengan keterangan palsu dan hoak tersebut. Ini menjadi pencemaran nama baik saya, dan saya akan tuntut balik setelah semua masalah ini selesai, juga tuntut Karyawan Hotel Wiko yang juga memberi kesaksian palsu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Karimun, AKBP Hengky Pramudya SIK, mengatakan kalau Polisi prosedural, untuk menentukan tersangka harus ada bukti permulaan yang cukup, tidak bisa sembarang.

“Karena bisa berdampak pra peradilan, kalau terbukti, ya proses lanjut, kalau tidak terbukti tidak boleh sembarangan,” jelas AKBP Hengky Pramudya SIK, saat dikonfirmasi sijorikepri.com lewat selularnya. (Wak Fik)

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *