ANAMBAS

Pemprov Kepri Gesa Proyek Peningkatan Fasilitas Pelabuhan Berhala Letung Senilai Rp76 Miliar

×

Pemprov Kepri Gesa Proyek Peningkatan Fasilitas Pelabuhan Berhala Letung Senilai Rp76 Miliar

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kepulauan Anambas dan Kabupaten Natuna. (Foto : Ist)
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kepulauan Anambas. (Foto : Ist)

ANAMBAS — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) melalui Dinas Perhubungan Provinsi Kepri tengah menggesa peningkatan fasilitas Pelabuhan Berhala di Kecamatan Letung, Kabupaten Kepulauan Anambas.

Pelabuhan Berhala merupakan proyek yang dikerjakan menggunakan dana alokasi khusus (DAK) tahun 2024, dilaksanakan melalui tahapan lelang dini dari dana DAK Pemerintah Pusat senilai Rp76 miliar.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Jika dilihat dari tabel di Kementerian Perhubungan, baru Kepri yang sudah melaksanakan untuk DAK 2024. Kami sudah pada tahap pekerjaan, dengan lelang dilakukan pada akhir Desember untuk percepatan penyelesaian,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri, Junaidi, pada Kamis (9/5/2024).

Proses pengerjaan dari lelang tersebut sudah mulai dikerjakan pada Maret lalu. Dalam peninjauan oleh Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, Senin (5/5/2024) lalu, setidaknya 60 persen fisik material telah berada di lokasi.

“Pekerjaan ini akan digesa dan ditarget rampung pada 10 Oktober 2024. Akhir Juli nanti semua material sudah berada di lokasi,” kata Junaidi dengan yakin.

Pengerjaan meliputi penguatan tiang dermaga, perapian jalan, dan penerangan. Akan ada 25 titik penerangan menggunakan panel tenaga surya (solar cell) di kawasan pelabuhan.

Dampak Terhadap Perekonomian Masyarakat

Fokus pada penyelesaian pembangunan Pelabuhan Berhala, Letung, Junaidi menyampaikan bahwa pelabuhan ini diproyeksikan akan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

Di sisi darat, Pelabuhan Berhala Letung memiliki lahan seluas sekitar 3.800 meter persegi. Lahan ini nantinya akan dioptimalkan sebagai tempat penumpukan barang, baik kontainer maupun barang-barang yang akan singgah di Letung.

“Lahan tersebut nanti akan diratakan, dimatangkan, dan dicor sehingga bisa dipergunakan sebagai fasilitas komersial,” sebut Junaidi.

Pelabuhan Berhala Letung berfungsi sebagai pelabuhan penumpang dan kargo. Pelabuhan ini disinggahi KMP Bukit Raya, Kapal Tol Laut, kapal perintis, dan kapal antar kabupaten/kota.

Secara makro, Letung sangat potensial untuk perkembangan ekonomi. Ada dua perusahaan migas yang akan beroperasi di kawasan ini, menurut Junaidi.

“Dua perusahaan tersebut pasti akan membutuhkan pelabuhan untuk pengiriman kru maupun material ke lokasi offshore,” tambah Junaidi.

“Nantinya, pelabuhan ini akan kami tawarkan kepada mereka. Dengan kedalaman dan fasilitas yang dimiliki, pelabuhan ini akan dikerjasamakan. Pelabuhan Palmatak sudah terlalu sibuk,” jelasnya.

Junaidi menegaskan bahwa pembangunan fasilitas tambahan di Pelabuhan Berhala Letung akan selesai tepat waktu. Pemprov Kepri saat ini sedang menunggu penyerahan aset dari Kementerian Perhubungan.

“Nanti akan ditempatkan personel dari Provinsi Kepri yang dikepalai oleh KUPT Natuna,” sebutnya.

Total aset pembangunan Pelabuhan Berhala Letung yang diserahkan Pemerintah Pusat kepada Pemprov Kepri senilai Rp76 miliar. ***

(Red)