GESER UNTUK BACA BERITA
Example 325x300
KEPRILINGGARAMADHAN

Pemuda Lingga Gelar Lomba Bedil, Cek Syarat dan Ketentuannya Disini

×

Pemuda Lingga Gelar Lomba Bedil, Cek Syarat dan Ketentuannya Disini

Sebarkan artikel ini
Memeriahkan malam 7 (tujuh) likur pada bulan Ramadhan tahun 2022 ini, Pemuda di Kabupaten Lingga akan mengadakan Lomba Bedil. (Foto : Dispar Kepri)

Sijori Kepri, Lingga — Memeriahkan malam 7 (tujuh) likur pada bulan Ramadhan tahun 2022 ini, Pemuda di Kabupaten Lingga akan mengadakan Lomba Bedil, merupakan permainan tradisional anak Melayu Lingga. 

Lomba Bedil dengan tema “Dentum Ramadhan” tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 27 hingga 29 April di Lapangan Hang Tuah, Daik Lingga.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Sudah lama tidak terdengar dentuman khas bedil atau meriam bambu di perkotaan Daik. Biasanya membahana selama bulan Ramadhan. 

Rasa kerinduan tersebutlah memunculkan kembali permainan tradisional tersebut lewat perlombaan ini dan mengajak masyarakat Kabupaten Lingga bersaing membunyikan bedilnya dan mewarnai indahnya bulan suci ini.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar, menyambut baik event ini. Menurutnya, permainan khas anak-anak Melayu tersebut bagian dari semaraknya bulan Ramadhan. 

BACA JUGA :  Covid-19, Crew Kapal di Sekupang Positif

Sudah lama tidak terdengar yang dulunya ada saat menjelang berbuka puasa atau usai Shalat Tarawih. Kini lebih seringnya mendengar suara petasan.

“Semoga lewat perlombaan ini bisa melestarikan permainan anak-anak Melayu saat  bulan  Ramadhan. Ya  inilah warna-warni kemeriahan dari tradisi kita, sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat.” terangnya.

Ketua Pelaksana, Rustam Efffendi, menerangkan, kegiatan ini dalam rangka mengangkat kearifan lokal dan melestarikan tradisi pada bulan Ramadhan dan menampung kreativitas yang dilakukan masyarakat Lingga itu sendiri. Juga sebagai wujud syukur dan kegembiraan karena telah berhasil menunaikan ibadah puasa selama bulan Ramadhan.

BACA JUGA :  Rapat Koordinasi "PERSIAPAN PELAKSANAAN FBK"

“Dentum Ramadhan ini sekaligus untuk memeriahkan rangkaian pintu gerbang pelita pada malam tujuh likur. Kita laksanakan bersama masyarakat Lingga dengan beberapa ketentuan yang dicantum pada flyer dentum Ramadhan,” ujarnya.

Event tersebut juga akan disejalankan oleh rekan-rekan GenPi Lingga memasang pelita atau lampu minyak yang telah menjadi budaya malam likuran di sepanjang jalan. 

Rustam juga mengatakan perlombaan dibuka dengan kuota 64 tim. Satu tim terdiri dari 3 (tiga) orang. Masing-masing tim menyiapkan bedil bambu dengan ukuran minimal 1,5 meter dan memiliki  keamanan, serta tiang pancang tegaknya.  

Lomba ini tidak memperbolehkan menggunakan karbet, murni menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM). Dilaksanakan pada pukul 21.00 WIB sampai dengan pukul 23.00 WIB, setelah Sholat Tarawih.

BACA JUGA :  Musda ke 2, Pemilik BPW Citra Melayu Pimpin IPI Kepri

“Usia minimal 15 tahun untuk mengikuti lomba dan lomba ini menggunakan sistem gugur. Malam pertama 32 tim yang akan ditandingkan dan diambil 8 (delapan) tim untuk ke malam finalnya. Begitu juga malam kedua,” jelas Rustam.

Rustam menambahkan, malam final bertepatan dengan malam 7 (tujuh) likur, malam 27 Ramadhan yang akan mengadu 8 (delapan) tim dari group A dan 8 (delapan) tim dari group B. Juara akan ditentukan pada malam final tersebut.

“Juri yang menilai ada dari LAM Kabupaten Lingga, Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan tokoh masyarakat,” tandasnya. (Red)