Penampung 22 Ton Timah Ilegal Hanya Divonis 8 Bulan

oleh

LINGGA (SK) — Arjuna Penampung timah ilegal seberat 22 Ton, akhirnya divonis 8 bulan penjara dan denda Rp10 miliar subsider 1 bulan, oleh Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Vonis itu diputuskan dalam sidang di pengadilan zitting plats, di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kamis (2/7/2015).

Keputusan majelis hakim dalam persidangan yang diketuai oleh Bambang, SH tersebut lebih rendah dua bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Amir Arif, yang menuntut Arjuna dihukum 1 tahun penjara dan denda Rp10 miliar subsider 3 bulan penjara sesuai UU nomor 4 tahun 2009 tentang Minerba. Arjuna terbukti menyalahi aturan karena melakukan kegiatan bisnisnya secara ilegal.

Dalam persidangan tersebut, turut menghadirkan sekaligus mendengarkan kesaksian dari para penambang timah rakyat yang mengaku menjual hasilnya kepada Arjuna. Usai mendengarkan kesaksian yang dihadirkan oleh JPU sidang dilanjutkan dengan tuntutan jaksa yang diakhiri dengan vonis oleh majelis hakim.

Dari pengakuan sejumlah saksi yang dihadirkan, JPU dalam persidangan itu para saksi membenarkan timah yang mereka tambang dijual kepada Arjuna, dan Arjuna sendiri mengaku menyimpan dan menampung timah tersebut didalam gudang .

BACA JUGA  Mantan Sekretaris DPRD Karimun Divonis 6 Tahun Penjara

Adapun hal yang memberatkan tersangka dikarenakan tidak memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) atau Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Sementara, JPU Arif, saat ditemui usai persidangan, dikonfirmasi atas keputusan hakim dalam sidang tersebut, mengaku masih pikir-pikir atas vonis yang dijatuhkan majelis hakim.

Arjuna alis juna, diamankan Ditkrimsus Polda Kepri karena menampung pasir timah secara ilegal di desa Batu Berdaun. Saat diamankan Bos Timah ilegal itu sempat berkilah bahwa kegiatan bisnisnya memiliki badan usaha dalam bentuk Koperasi.(SK-Pus)

LIPUTAN LINGGA : PUSPANDITO
EDITOR : M AMIN

Penampung 22 Ton Timah Ilegal Hanya Divonis 8 Bulan.(Photo : Puspandito)
Penampung 22 Ton Timah Ilegal Hanya Divonis 8 Bulan.
(Photo : Puspandito)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.