Penipuan Berkedok Bantuan Alat Tangkap Ikan

oleh

– DKP Lingga Minta Nelayan Jangan Percaya.

LINGGA (SK) — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lingga, meminta kepada nelayan untuk berhati-hati dengan bantuan pengurusan alat tangkap perikanan yang mengatasnamakan dari DKP Lingga. Diduga ada penipuan yang berkedok pemberian bantuan dari DKP oleh oknum-oknum tertentu guna mencari keuntungan, dengan dalih dapat mengatur pemberian bantuan kepada nelayan yang membayar.

Abang Muzni, Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lingga, menegaskan, dalam memberikan bantuan alat tangkap bagi nelayan, Pemerintah Daerah tidak pernah menyusahkan masyarakat dengan meminta kompensasi pembayaran terhadap nelayan.

“Tidak pernah pemerintah meminta uang atau apapun kepada nelayan untuk mendapatkan bantuan. Dan apabila telah terjadi, saya mengharapkan kepada masyarakat agar melaporkannya kepada pihak berwajib, karena jelas ini sebuah penipuan,” ujar Abang, Jum’at (13/03/2015).

Dikatakan, dalam pengurusan untuk meminta bantuan dari DKP untuk masyarakat nelayan prosedurnya jelas dan mudah, masyarakat dapat mengurusnya sendiri tanpa perantara lagi.

“Pertama kali yang harus disiapkan tentunya proposal permohonan kepada DKP Lingga atau Provinsi Kepri sesuai dengan tujuannya, proposal permohonan bantuan alat tangkap perikanan yang diminta bantuan tentunya melalui kelompok serta di diketahui kepala desa, dan langsung ditujukan kepada instansi yang terkait,” jelasnya.

BACA JUGA  KPK Tetapkan Gubernur Kepri dan Kadis Perikanan Tersangka

DKP Lingga atau instansi terkait lainnya, seterusnya akan melakukan verifikasi ke lapangan, apakah proposal telah yang diajukan tersebut sudah sesuai dengan kondisi di lapangan. Selanjutnya, nama kelompok penerima akan diusulkan saat pembahasan bersama DPRD untuk masuk dalam APBD.

“Bisa juga disampaikan lansung ke gubernur, Bupati atau DPRD, yang selanjutnya akan memberikan masukan kepada DKP. Dan DKP Lingga akan menindaklanjuti masukan tersebut untuk dimasukan ke program kerja, seterusnya akan dibahas bersama dewan saat penyusunan APBD, setelah semuanya disetujui maka bantuan tersebut akan disalurkan sesuai anggaran yang tersedian,” lanjut Abang.

Terakhir Abang muzni, menyatakan, sebernanya modus penipuan seperti ini adalah modus lama yang digunakan oknum tersebut untuk mencari keuntungan dari bantuan terhadap nelayan, bahkan sering kali didengar, anehnya, masih saja ada nelayan yang percaya.

“Saya minta kepada masyarakat nelayan, jika ada staf atau siapapun yang mengatasnamakan DKP meminta sejumlah uang untuk mendapatkan bantuan, hendaknya segera laporkannya ke pihak yang berwajib,” imbuhnya. (SK-Pus)

BACA JUGA  Nelayan Natuna Kini Diberi Asuransi “OLEH MENTERI SUSI”
 

No More Posts Available.

No more pages to load.