Penumpang KM Bukit Raya Kesal dan Kecewa

oleh

– Terlantar 12 Jam di Pelabuhan

BINTAN (SK) – Sebanyak 1400 lebih penumpang Kapal Motor (KM) Bukit Raya tujuan Natuna, terlantar dipelabuhan Sri Bayintan Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Sabtu (10/1/2015). Sejak pukul 14.00 WIB, para penumpang tujuan Natuna itu sudah memadati ruang tunggu serta pelataran pelabuhan.

Keberangkatan yang dijadwalkan berangkat dari Kijang menuju Natuna pada pukul 18.00 WIB, namun para penumpang terpaksa menunggu lebih lama dari jadwal yang telah ditetapkan oleh Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni). Hingga pukul 24.00 WIB, para penumpang nyatanya juga belum diberangkatkan. Keterlambatan jadwal keberangkatan KM Bukit Raya tujuan Natuna, menurut General Manager PT Pelni cabang Tanjungpinang, Nur Kamami mengaku, karena faktor alam yang buruk.

Nur mengatakan, pada saat selesai melakukan proses bongkar muat orang dan barang selama tiga jam di pelabuhan Pontianak Kalimantan Barat. Keberangkatan KM Bukit Raya dari Pontianak menuju Kijang, sempat terkendala karena arus laut yang cukup kuat ditambah lagi dengan faktor angin kencang yang menyebabkan KM Bukit Raya terlambat tiba di Kijang.

“Keterlambatan ini kita akui memang karena faktor alam yang tak mendukung perjalanan KM Bukit Raya menuju Kijang, kita pun tak bisa berbuat banyak soal hal ini,” tuturnya, Minggu (11/1/2015).

Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pusat di Jakarta. Terhitung dari tanggal 1 hingga 10 Januari 2015, keadaan cuaca dilautan yang dilalui KM Bukit Raya memang dalam keadaan buruk. Sehingga, terjadi keterlambatan baik untuk keberangkatan dan kedatangan.

Meskipun insiden seperti ini memang kerap terjadi sepanjang tahun saat memasuki musim cuaca angin utara, Nur mengaku, pihak Pelni tidak bisa memberikan solusi.

“Tidak ada solusi karena ini faktor alam yang tidak dapat diperkirakan,” ujarnya lagi

Dengan keterlambatan yang sempat memancing keributan antara penumpang dengan pihak petugas penjagaan di pelabuhan, Nur menghimbau, agar para penumpang bisa lebih tertib, karena insiden keterlambatan itu dipengaruhi faktor alam yang tidak dapat ditawar.

“Kita minta sih, agar penumpang tetap tertib, karena keterlambatan ini bukan karena kita melainkan keadaan alam yang tak mendukung. Karena keselamatan adalah prioritas utama,” imbuhnya.

Pada insiden jadwal keberangkatan KM Bukit Raya tujuan Natuna yang sempat tertunda berjam-jam. Membuat sejumlah penumpang merasa kecewa dan kesal dengan kejadian itu. Seperti yang dikatakan Adi (31) warga Natuna yang tertahan selama 10 jam dipelabuhan Sri Bayintan.

Adi mengaku, insiden yang kerap terjadi seperti ini tidak pernah menjadi prioritas utama pihak Pelni yang seharusnya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam menggunakan jasa angkutan laut. Selain itu, keributan saat masuk pintu ke Pelabuhan tak pernah bisa terelakkan. Seharusnya ini bisa menjadi evaluasi pihak Pelni dimasa yang akan datang.

“Keributan-keributan seperti ini kan memang sering terjadi, namun kenapa ini selalu saja terjadi. Seharusnya, pihak Pelni bisa memperbaiki keadaan seperti ini yang seharusnya tidak teru-terusan terjadi,” tuturnya dengan nada kesal karena tertahan berjam-jam di pelabuhan tersebut.

Penumpang lain, Ahmad (28) juga menuturkan hal serupa, dia mempertanyakan, keterlambatan yang kerap menimbulkan keributan seperti ini kenapa selalu saja terjadi. Seharusnya, hal seperti ini tidak berulang-ulang terjadi bila pihak terkait bisa lebih tanggap dalam kejadian seperti ini.

“Udah tau sering ada kejadian kayak gini, kok gak dilakukan perbaikan sistem dari pihak terkait. Seharusnya kejadian yang sering terjadi bisa dilakukan evaluasi untuk perbaikan,” tuturnya.

Pantauan dilapangan, para penumpang memang sudah sejak siang hari memadati hampir seluruh penjuru di pelabuhan Bintan itu dengan penjagaan yang dilakukan oleh KeSyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Para penumpang baru diberangkatkan dari pelabuhan Kijang, pada pukul 02.00 WIB, Minggu dini hari. Saat penumpang mau masuk kepelabuhan, terjadi desak-desakan saat antrian masuk pintu utama. (HK)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.