Peringatan Untuk Para Perusak Lingkungan

oleh
Peringatan Untuk Para Perusak Lingkungan. (Foto : Lazisnu Batam)
  • Bencana Alam Dalam Kaca Mata Islam (Bag-2).

Sijori Kepri, NUCARE-LAZISNU — Peringatan untuk para perusak lingkungan. Pengerukan sumber daya alam secara besar-besaran demi akumulasi kekayaan segelintir orang telah menyebabkan bumi rusak. 

Kerusakan ini membuat alam kehilangan fungsinya untuk mencegah terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Bahkan bencana gempa bumi juga dapat disebabkan oleh aktivitas israf manusia, seperti pertambangan, pengeboran geothermal, dan pembangunan gedung-gedung pencakar langit.

Begitu juga dengan adanya pemanasan global dan perubahan iklim, tidak lepas dari perbuatan jahat korporasi perusak hutan dan penghasil limbah dan polusi terbesar. Peringatan Allah kepada mereka yang berbuat fasik juga secara jelas ditujukan untuk orang-orang yang hidup mewah.

Allah SWT dalam Firman-Nya “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS. Al-Isra: 16).

BACA JUGA :  Sunan Ampel, Da'i Asal Kamboja Sebarkan Islam di Tanah Jawa

Ini artinya bencana alam yang menimpa kepada kita merupakan perbuatan maksiat dan dzalim yang dilakukan oleh orang yang hidup bermewah-mewahan. Dan perbuatan segelintir orang yang menghancurkan bumi demi kekayaan merekalah yang harus kita cegah, supaya bencana tidak terus terjadi.

Sayangnya, tidak semua orang menyadari hal ini. Bahkan orang-orang yang seharusnya menjalankan kewajibannya untuk mengawasi dan mencegah kerusakan alam (baca: pemerintah) justru memfasilitasi perbuatan maksiat tersebut melalui kebijakannya.

Akibatnya, bencana alam yang terjadi akan terus berulang. Parahnya, pemerintah malah menyalahkan curah hujan sebagai faktor terjadinya banjir (dan kekeringan). Padahal Allah SWT menurunkan hujan sebagai rahmat. 

Allah SWT dalam Firman-Nya “Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. (QS. Al-Araf: 57).

BACA JUGA :  Lazisnu Batam dan JMSI Kepri Lakukan MoU

Bagaimana bisa hujan yang seharusnya dipandang sebagai rahmat kemudian dituduh sebagai penyebab bencana alam? 

Penulis hanya dapat menduga, kebebalan pemerintah untuk menghentikan kegiatan eksploitasi terhadap sumber daya alam lah yang membuat mereka enggan disalahkan. 

Karena itulah kita harus terus menyuarakan dan menuntut pemerintah untuk tegas menghukum para perusak lingkungan. Serta mendorong komitmen untuk terus menjaga kelestarian alam yang kini tidak banyak lagi yang tersisa. ***

Materi By : Lazisnu Batam

Shares