Perkembangan Revolusi Industri 4.0 Menuju Revolusi Industri 5.0 di Sektor Agrikultur

oleh
Wilda Juniarti, Mahasiswi STIE Pembangunan Tanjungpinang. (Foto : Ist)

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Malas Baca, Tekan Ini”]

Perkembangan Revolusi Industri 4.0 Menuju Revolusi Industri 5.0 di Sektor Agrikultur

OLEH : Wilda Juniarti
Prodi S1 Manajemen
STIE Pembangunan Tanjungpinang

SIJORIKEPRI.COM — Istilah Industri 4.0 hidup dari ide tentang revolusi industri keempat, keberadaannya menjanjikan banyak potensi dan manfaat untuk mewujudkan Industri 4.0 diperlukan keterlibatan akademisi dalam bentuk penelitian.

Awalnya Industri 4.0 hanya dalam konteks manufaktur, namun sekarang telah berubah. Jadi, sekarang semua industri ini berada di bawah asuhan Industri 4.0 dan ditangani dalam kolaborasi akademisi dan pemerintah. Anda mungkin masih sering membaca bahwa Industri 4.0 adalah hanya tentang manufaktur, pabrik dan aktivitas cerdas, teknologi, dan proses dalam konteks yang lebih luas dari pabrik, produksi, dan bidang yang paling terkait dengannya.

Industri 4.0 adalah visi dan perjalanan. Organisasi menerapkan inisiatif Industri 4.0 dan bersiap untuk mengubah visi Industri 4.0 yang jelas, komponen, prinsip, teknologi dan arsitektur menjadi kenyataan dalam konteksnya. Telah lama diakui bahwa perubahan teknologi, memiliki konsekuensi yang luas bagi negara-negara berkembang. Teknologi informasi telah menyediakan sarana untuk perubahan ekonomi, kelembagaan dan teknologi yang mengubah pola produksi dan distribusi di seluruh dunia.

BACA JUGA  OPINI : Gaji ASN Naik ? Bagaimana Dengan Kinerja ?

Penyisipan negara-negara berkembang ke dalam ekonomi global sangat terikat dengan teknologi baru, dan penggunaan teknologi informasi oleh negara-negara ini secara efisien ada dalam agenda kebijakan semua forum internasional penting yang terkait dengan pembangunan. Di Indonesia sendiri sudah mengembangkan revolusi industri 4.0 menuju 5.0, seperti di bidang sosial media, bisnis, perdagangan, pemerintah, pertanian, dll.

Disini saya akan membahas revolusi industri 4.0 dibidang agrikultur di Indonesia. Di era saat ini, yang dibutuhkan adalah kecepatan dan kreatifitas. Faktor seperti lahan, tenaga kerja dan kekayaan hayati tidak lagi menjadi yang utama, digitalisasi dan bioteknologi adalah kunci revolusi agrikultur.

Kementrian Pertanian Indonesia telah meluncurkan program Industri 4.0 dibidang pertanian. Hal ini karena pertanian tidak bisa mencukupi kebutuhan penduduk yang terus bertambah tanpa teknologi. Mekanisme pertanian merupakan salah satu kompenen penting untuk pertanian modern. Dalam mencapai target Swa Sembada Pangan yang berkelanjutan.

“Sektor pertanian sudah memasuki industri 4.0 yang ditandai dengan munculnya Katam, Si Mantap, Smart Farming, Smart Green House Autonomous Tractor, dan Smart Irrigation,” ujar staf Ahli Menteri Bidang Infrastruktur Pertanian, Prof Dr Dedi Nursyamsi, dalam bincang Asyik pertanian (forwatan), di Sentul City (Jabar), Senin, (19/3/2019).

BACA JUGA  OPINI : Strategi Perikanan Budidaya di Era MEA

Inovasi dan pemanfaatan oleh petani perlu terus didorong. Era revolusi Industri 4.0 ditandai dengan penggunaan mesin-mesin otomatis yang terintegrasi dengan jaringan internet. Sektor pertanian juga perlu beradaptasi untuk menjawab tantangan dimasa depan. Kedepannya olah lahan, panen, hingga pengolahan dilakukan menggunakan remote control dari rumah.

Indonesia masih berjuang menyetarakan perkembangan 4.0 ke seluruh bagian Indonesia hingga pelosok dengan itu untuk mendukung revolusi industri 4.0 menuju revolusi industri 5.0 di sektor pertanian dengan melakukan berbagai eksperimen model dan inovasi bisnis baru.***

 

No More Posts Available.

No more pages to load.