Polda Kepri Musnahkan Sabu dan Amankan Dua Tersangka

oleh
Polda Kepri menggelar pemusnahan Barang Bukti (BB) Narkotika jenis Sabu dari dua tersangka inisial BD, laki-laki, (39) dan SR, Perempuan (31). (Foto : Humas Polda Kepri)

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Malas Baca, Tekan Ini”]

Polda Kepri Musnahkan Sabu dan Amankan Dua Tersangka

SIJORIKEPRI.COM, BATAM — Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Drs S Erlangga, menerangkan dalam rilisnya yang diterima redaksi sijorikepri.com, bahwa Polda Kepri telah melakukan Pemusnahan Barang Bukti (BB) Narkotika jenis Sabu, dengan tersangka BD, laki-laki, (39) dan SR, Perempuan (31), di Ruang Opsnal Ditresnarkoba Polda Kepri, Selasa, (19/3/2019), sekira pukul 10.30 WIB.

Pemusnahan Barang Bukti itu, dihadiri oleh Kasubdit II Dit Resnarkoba Polda Kepri AKBP Rama Pattara S.I.K, M.Si, Bea dan Cukai, Perwakilan Kejari, Perwakilan Pengadilan Negeri dan Pengacara.

Tersangka BD dan SR diamankan Polda Kepri berdasarkan Laporan Polisi LP-A / 21 / II / 2019 / SPKT-Kepri tanggal 21 Februari 2019 dan LP-B / 17 / II / 2019 / SPKT-Kepri tanggal 25 Februari 2019, dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Kamar Toilet laki-laki ruang Check In Bandara Hang Nadim Kota Batam dan di Terminal kedatangan Pelabuhan Internasional Ferry Batam Center.

BACA JUGA  Kompol Juleigtin Siahaan Serahkan Jabatan Kepada Kapolres Bintan

“Adapun barang bukti yang di musnahkan adalah, dari tersangka BD barang bukti yang dimusnahkan sebanyak 100 (seratus) gram dan dari tersangka SR barang bukti yang dimusnahkan sebanyak 105,2 (seratus lima koma dua) gram. Pemusnahan barang bukti dilakukan dengan cara di rebus dengan air panas, lalu selanjutnya dibuang ke dalam safety tank,” ungkap Kombes Pol Drs S Erlangga.

Kronologis kejadiannya, lanjut Erlangga, dimana Subdit II Ditresnarkoba Polda Kepri memperoleh Informasi dari Masyarakat pada hari Rabu 20 Februari 2019, bahwa akan ada seorang laki-laki yang akan membawa Narkotika jenis sabu melalui Bandara Hang Nadim Batam. Selanjutnya pada hari Kamis tanggal 21 Februari 2019 dilakukan pemantauan di Bandara Hang Nadim Batam, setelah tersangka Inisial BD melakukan Check In di bandara, dirinya masuk ke dalam toilet laki-laki, dan selanjutnya Tim Opsnal Subdit II Ditresnarkoba Polda Kepri melakukan penangkapan di dalam toilet dan membawa tersangka ke Polsek Bandara.

“Setelah dilakukan Introgasi, tersangka mengakui bahwa ada menyimpan Narkotika Jenis Sabu di dalam rongga perutnya. Kemudian Tim membawa tersangka ke RS Awal Bros-Batam untuk dilakukan Rontgen, dan tersangka disuruh untuk mengeluarkan Narkotika jenis sabu melalui anusnya. Setelah dikeluarkan, ditemukan 2 (dua) buah kapsul warna merah berisi Kristal bening di duga sabu. Selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa ke Ditresnarkoba Polda Kepri guna proses penyidikan perkara,” ujarnya.

BACA JUGA  Polda Kepri “MUSNAHKAN” 3.652,69 Gram Sabu

Selanjutnya, pada hari Senin tanggal 25 Februari 2019 sekira pukul 11.30 wib. Petugas bea dan cukai pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre mencurigai seorang perempuan yang baru datang dari Malaysia, kemudian dilakukan pemeriksaan, dikarenakan tidak mau mengakui membawa Narkotika sehingga petugas Bea dan Cukai membawa perempuan tersebut ke RS Awal Bros Batam untuk dilakukan Rontgen Badan, selanjutnya inisial SR dibawa ke kantor Bea dan Cukai untuk dilakukan Introgasi dan mengakui bahwa ada membawa Narkotika jenis sabu yang disimpan di dalam rongga perutnya.

Kemudian petugas mengarahkan perempuan tersebut untuk mengeluarkan narkotika jenis sabu melalui anusnya didampingi oleh petugas perempuan Bea dan Cukai. Ditemukan 1 (satu) kapsul di balut plastik bening diduga Narkotika jenis sabu. Selanjutnya petugas Bea dan Cukai membuat Laporan Polisi dan menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Polda Kepri guna proses penyidikan perkaranya.

“Pasal yang dilanggar, yakni Pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) dan atau pasal 113 ayat (2) undang-undang Republik Indonesia no 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan hukuman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun,” pungkas Erlangga. (Wak Rans/R)

BACA JUGA  Siapa Plt Dirut BUMD Tanjungpinang Yang Baru “INI KATA WALIKOTA LIS”

No More Posts Available.

No more pages to load.