Polisi Belum Bisa Taksir Kerugian Materi

oleh

– Kebakaran Belasan Unit Rumah di Tanjung Unggat.

TANJUNGPINANG (SK) — Tim penyidik Polsek Bukit Bestari, hingga kini belum bisa mentaksir berapa total kerugian materi yang dialami pihak korban penghuni sebanyak 18 unit rumah yang hangus terbakar di jalan Sultan Macmud, di RT 03 dan RT 07, RW 03, Kelurahan Tanjung Unggat, Tanjungpinang, Jumat (20/03/2015) sekitar pukul 02.45 WIB dini hari.

“Secara fakta dan data, kita belum mendapatkan laporan berapa total kerugian materi dari masing-masing korban kebakaran di Tanjung Unggat tersebut,” kata Kapolsek Bukit Bestari, Kompol Zulkarnaen melalui Kanit Reskrim, Iptu As’ad, Minggu (22/03/2015).

Menurut As’ad, berdasarkan informasi dan data sementara yang diperoleh di lapangan, dalam peritiwa kebakaran tersebut, sedikitnya telah menghanguskan sebanyak 18 unit rumah, termasuk 3 unit motor serta sejumlah barang dan perabotan rumah tangga berharga milik korban di dua RT dalam di RW 03 yang tidak bisa diselamatkan.

“Hingga kini kita masih terus melakukan penyelidikan, guna mengetahui apa penyebab pasti kebakaran tersebut,” ucap As’ad

BACA JUGA  Bantuan Korban Rumah Kebakaran Disalurkan

Disinggung adanya tafsiran kerugian sementara yang dilakukan istansi terkait yang menyebutkan, bahwa total kerugian yang dialami pihak korban sesuai data yang diperoleh sebesar Rp 1,2 miliar lebih.

Hal itu dinilai oleh As’ad, suatu bentuk penilaian yang wajar, mengingat banyaknya jumlah barang berharga, termasuk rumah yang ditempati korban, tidak bisa lagi diselamatkan.

“Kalau secara logika penilaian, hal itu boleh-boleh saja. Namun secara hukum dengan data yang sebenarnya, kita belum dapat mengambil keterangan dari masing-masing pihak korban,” ungkapnya.

Informasi diperoleh dari warga sekitar tempat kejadian perkara, bahwa sebelum peristiwa kabaran, situasi dan kondisi kawasan tengah mendapatkan pemadaman listrik PLN sejak pukul 17.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB.

Akibatnya, sebagian warga terpaksa menggunakan lampu pelita minyak tanah sebagai alat penerangan. Namun karena kelelahan, warga tidur lebih awal, sehingga lupa memadamkan pelita minyak yang telah mereka nyalakan.

Pelita itu kemudian menyambar gorden jendela yang tersingkap karena tiupan angin.

Informasi warga lainnya juga menduga, bahwa kebakaran tersebut akibat konsleting arus pendek aliran listrik disalah satu rumah milik Darmawati yang disewa oleh orang lain, setelah pemadaman aliran listrik PLN kembali menyala di kawasan itu.

BACA JUGA  Nurdin Minta Agar "KORBAN KEBAKARAN TETAP SABAR"

“Kebakaran itu diduga berasal dari salah satu rumah milik Darmawati, terletak di RT 07,” ucap warga.

Menurut warga, pada saat kejadian, kondisi air laut tengah mengalami surut. Disamping itu, letak dan posisi kawasan rumah yang terbakar, juga sulit dijangkau oleh petugas mobil pemadam kebakaran yang telah tiba dengan cepat, karena terletak di lorong dan pelantar yang sempit, termasuk bangunan sejumlah rumah yang terbuat dari kayu, membuat kobaran api yang cepat, tidak bisa dibendung lagi.

Saat kebakaran terjadi, banyak korban menangis histeris. Bahkan ada yang pingsan karena menyaksikan rumahnya hangus. Mereka bingung harus tinggal di mana karena rumah itu cuma satu-satunya.

Peristiwa itu memang tidak memakan korban, tapi salah satu warga dilarikan ke rumah sakit terdekat karena saat kejadian rumahnya sudah terbakar tidak ada jalan keluar hanya lewat laut, Ibu yang sedang panik hanya memikirkan keselamatan anaknya.

Sementara bantuan yang telah diberikan dari pemerintah daerah terus mengalir, termasuk bantuan uang tunai dari Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), HM. Sani yang hadir melihat kondisi pasca kebakaran.

BACA JUGA  Dalam Semalam 3 Rumah di Anambas “HANGUS DI LALAP SI JAGO MERAH”

Kemudian Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah, bersama Dinsosnaker Tanjungpinang membantu kebutuhan pokok, dan meminta kepada korban agar membuat rekening di Bank untuk permudah memberikan bantuan (SK-APN)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.