Polisi Lengkapi Keterangan Sejumlah Saksi Guru

oleh

– Dugaan Kasus Pemerasan oleh Oknum Wartawan.

TANJUNGPINANG (SK) — Tim penyidik Sat Reskrim Polres Tanjungpinang, hingga kini masih terus melengkapi bukti kaporan dan keterangan sejumlah kepala sekolah yang diduga sebagai korban pemerasan oleh M Zein dan Amri, dua pria yang mengaku sebagai oknum wartawan salah satu media terbitan Jakarta.

Disamping itu, guna lebih memudahkan proses penyelidikan polisi, kedua oknum wartawan abal-abal ini, setelah menjalani pemeriksaan 1×24 jam secara intensif, akhirnya terpaksa ditahan oleh tim penyidik.

“Pihak penyidik Polres Tanjungpinang masih terus menggali dan meminta keterangan sejumlah saksi yang terkait dugaan kasus pemerasan tersebut,” kata Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Reza Morandi Tarigan kemaren.

Dikatakan, dari hasil pemeriksaan sementara terhadap beberapa saksi, diketahui bahwa kedua tersangka mengaku-ngaku utusan dari Departemen Keuangan Pusat dan dari Kejagsaan Agung (Kejagung).

“Dia (tersangka) hanya mengaku-ngaku utusan dari Kejagung untuk menanyakan berbagai hal tentang penggunaan dan BOS di masing-masing sekolah yang mereka temui. Hal itu digunakan sebagai alat untuk menangkuti-nakuti dan mulai memeras para kepala sekolah dan guru ini,” ungkap Reza didampingi Kaur Bin Ops (KBO) Reskrim Polres Tanjungpinang Iptu Efendi.

BACA JUGA  Lagi Beraksi, Dua Oknum Wartawan Pemeras Guru Ditangkap

Diterangkan, berdasarkan data dan barang bukti didapati, baru satu orang yang memiliki bukti adanya kwitansi pemberian uang terhadap dua oknum wartawan tersebut.

Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan ada barang bukti lain setelah seluruh saksi dipanggil pihak penyidik Reskrim Polres Tanjungpinang.

“Sejauh ini memang baru satu orang saja. Kalau yang lain mungkin ada. Karena kita belum memanggil keseluruhan korban,” ucapnya.

Disamping itu, lanjut Efendi, dari tangan kedua tersangka, pihaknya telah mengamankan beberapa barang bukti diantaranya kartu pers milik kedua tersangka atas nama M Zain dan Amri.

Pada saat penyidikan terhadap tersangka, diketahui M Zain mempunyai dua kartu pers alias dua media. Media yang pertama yakni Investigasi Rakyat dan Berita Mandiri. Sementara itu Amri merupakan wartawan dari Layar Kepri.

“Dikartu identitasnya tidak disebutkan dimana kantor mereka,” kata Reza

Sementara itu, barang bukti lainya yang disita oleh pihak kepolisian yakni Stempel, KTP, kartu LSM dan Kwitansi. Proses pemeriksaan ini akan terus dilakukan pihak kepolisian hingga seluruh korban yang merasa diperas selesai diperiksa.

BACA JUGA  Wartawan Mogok di Acara Kampanye SAH

Diberitakan sebelumnya, belasan Kepsek di Tanjungpinang datang ke Polres Tanjungpinang untuk membuat laporan kepihak kepolisian terkait adanya dua oknum wartawan yang sering bergeliria mendatangi sekolah-sekolah untuk meminta uang. Modus yang digunakan tersangka yakni menuduh pihak sekolah menjual buku Lembar Kerja siswa (LKS) kepada para murid.

Hasil penyelidikan polisi, akhirnya dua orang mengaku sebagai oknum wartawan salah satu media terbitan mingguan di Jakarta, dan bertugas di Tanjungpinang, Provinsi Kepri, tersebut, dibekuk, Rabu (25/03/2015).

Kedua tersangka tidak berkutik ketika ditangkap Tim Oprasional Polres Tanjungpinang saat akan kembali melakukan aksi pemerasan di Sekolah Dasar (SD) 015 Bukit Bestari, Tanjungpinang, dengan modus yang sama dengan menakuti-nakuti pihak sekolah.

Kepala PGRI Kota Tanjungpinang, Encik Abdul Hajar mengatakan, sebelumnya ia sudah melapor kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang. Kemudian kepala Dinas melapor kepada walikota Tanjungpinang H Lis Darmansyah.

“Saat melapor, pak wali langsung menghubungi Kapolres untuk mengadakan audensi bersama para guru. Kami audensi selesa kemarin,” ungkap Encik.

Dari hasil audensi, kata Encik, Kapolres meminta kepada seluruh kepala sekolah, jika ada oknum yang mengaku wartawan meminta uang segera lapor ke Polsek terdekat.

BACA JUGA  Wartawan Demo DPRD Batam “KAMI BUKAN PROVOKATOR”

“Kebetulan, dua orang itu tengah berada di SDN 015 Bukit Bestari, Kamis (25/03/2015) sekitar pukul 09.00 WIB, mereka coba melakukan pemerasan lagi. Dengan diam-diam, guru melapor dan akhirnya polisi datang dan menangkap kedua oknum wartawan itu,” ucap Encik.

Setelah kedua tersangka digelandang ke Mapolres Tanjungpinang, para guru berbondong-bondong datang ke Polres Tanjungpinang untuk membuat laporan.

“Hampir seluruh kepala sekolah dari SD, SMP, SMA dan SMK yang menjadi korbannya,” ucap Encik.(SK-APN)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.