Polres Bintan ditantang Amankan Pelaku Penambang Ilegal

oleh
banner 1102x276

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

BINTAN (SK) — Jalan raya milik negara diwilayah Kampung Banjar, Desa Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang saat ini keadaannya memprihatinkan. Jalan aspal dengan panjang puluhan kilometer yang menghubungkan wilayah Kawal, Kecamatan Gunung Kijang dengan Korindo, Kecamatan Bintan Timur, terancam akan terputus.

Pasalnya, aksi penambangan pasir darat secara ilegal yang dilakukan oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab, sudah semakin membabi buta. Dimana, setiap aksinya, mereka (penambang-red) sudah tidak menghiraukan lagi dampak negatif yang ditimbulkan. Akibatnya, pengikisan lahan Milik Ruang Jalan (RMJ) tersebut terus terjadi hingga saat ini.

Wilayah yang penuh dengan kekayaan alam berupa pasir darat tersebut, membuat sejumlah pelaku pencurian kekayaan alam semakin merajalela. Aktifitas penyedotan pasir yang dilakukan secara massal tersebut, saat ini sudah mengancam pengrusakan aset negara berupa jalan raya yang terancam akan terputus, bila aktifitas penambangan yang tidak mengantongi dokumen resmi itu terus dibiarkan.

Pantauan dilapangan, hingga saat ini aktifitas penambangan ilegal diwilayah Kampung Banjar, Desa Galang Batang, tepatnya dikawasan yang berada persis di jembatan yang memiliki sebuah kelenteng kecil, terus saja terjadi. Penyedotan pasir darat yang dilakukan dengan menggunakan mesin sedot itu, kini sudah mendekati bahu jalan.

Selain itu juga, aktifitas penyedotan pasir sudah ada yang mendekati daripada bahu jalan. Dimana mesin penyedot pasir tersebut, menyedot pasir dibagian mengarah bahu jalan. Alhasil, jalan sepanjang 50 meter dikawasan tersebut sudah tidak memiliki RMJ lagi, karena bagian kiri dan kanan bahu jalan, sudah dikelilingi kubangan galian eks tambang pasir yang jaraknya hanya beberapa meter saja.

Aktifitas yang tidak mengantongi izin resmi itu alias ilegal, seakan menantang nyali pihak-pihak terkait di Pemerintahan Daerah (Pemda) Bintan. Pasalnya, aktifitas yang dilakukan dikawasan tersebut tidak lagi tertutup, melainkan dilakukan secara terang-terangan tanpa ada rasa takut bahwa aktifitas mereka (penambang) sudah menyalahi aturan yang berlaku.

Dimana dalam aturan ruang tata daerah, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bintan, M Irzan mengatakan, untuk jalan di Kabupaten ruang yang seharusnya menjadi milik jalan itu sepanjang 20 meter dari as jalan.

“Hitungan jalan Kabupaten itu sekitar 20 meter yang menjadi RMJ,” katanya, Kamis (15/1/2015).

Menanggapi keadaan jalan yang saat ini sudah memprihatinkan dikawasan Desa Galang Batang, Irzan mengaku, sudah pernah memberikan teguran kepada pihak penambang pasir untuk menghentikan aktifitasnya. Karena lanjutnya, kegiatan penyedotan pasir yang dilakukan pihak penambang sudah menyalahi aturan ruang tata daerah.

“Sekitar 3 bulan yang lalu sudah kita tegur mereka (penambang-red), tapi kayaknya gak dihiraukan juga sampai sekarang,” kata Irzan menambahkan.

Meskipun aktifitas yang telah menyalahi aturan tersebut masih saja terjadi, namun sanksi tegas secara hukum belum juga ditegakkan untuk daerah tersebut. Kini giliran pihak Kepolisian Resort (Polres) Bintan, ditantang untuk melakukan penindakan secara adil bagi para pelaku yang melanggar Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) tersebut.

Pasalnya, baru-baru ini Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bintan telah berhasil mengamankan seorang pelaku penambangan pasir ilegal dikawasan Kampung Sakera, Tanjung Uban, Kecamatan Bintan Utara. Dan hingga saat ini, proses hukum pelaku atas nama H Amran masih tetap berlanjut. (HK)

banner 4921x615

banner 1280x160

banner 740x400

banner 1280x157

banner

banner 1050x130 banner 2560x472

banner 740x400

banner

loading...