, , , , ,

Polres Bintan Langsung Bereaksi, Penimbun Hutan Mangrove Dipanggil

oleh
Polres Bintan Langsung Bereaksi, Penimbun Hutan Mangrove Dipanggil 1
Aktivitas penimbunan lahan Mangrove di perairan sekitar SMKN I Bintan Utara, Tanjung Uban Selatan. (Foto : Patar Sianipar)
Click to rate this post!
[Total: 5 Average: 5]

Sijori Kepri, Bintan — Temuan aktivitas penimbunan Hutan Mangrove diduga menyalahi aturan perundang-undangan lingkungan hidup, di Tanjung Uban Selatan, Kecamatan Bintan Utara, langsung disikapi Polres Bintan.

Aparat langsung menghentikan aktivitas ini. Pengusahanya, langsung dipanggil, untuk diminta keterangan.

Kapolres Bintan, melalui Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Agus Hasanudin, tidak saja pengusahanya, pekerja di lapangan juga dipanggil untuk diminta keterangan.

”Kita sudah panggil pengusaha dan pekerjanya. Jika terbukti menyalahi, kita akan proses,” tegas Agus Hasanudin, Jumat, (27/3/2020).

Dalam melakukan penyelidikan, Polres Bintan juga akan melakukan kunjungan ke lokasi. Kunjungan ini ikut didampingi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepri, dan Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH). Karena instansi ini yang mengetahui apakah pihak perusahaan mengantongi izin atau tidak.

“Nanti kita akan cross check dengan surat tanah yang dimiliki, dan diambil titik koordinat nya,” ujarnya.

Agus Hasanudin menambahkan, penyelidikan diakui belum maksimal. Karena perhatian aparat saat ini terfokus penanganan Virus Corona (COVID-19). Namun, Polres Bintan memastikan penyelidikan penimbunan hutan Magrove ini akan dilakukan hingga tuntas.

“Tahap awal, aktivitas penimbunan telah kita hentikan. Selanjutnya, secara maraton, kita akan minta keterangan pihak yang terkait di lapangan,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepri, Nilwan, diminta keterangan mengatakan, pihaknya belum mengetahui ada aktivitas penimbunan Mangrove di Tanjung Uban, Kabupaten Bintan.

”Kita akan cek ke lapangan. Jika terbukti menyalahi aturan, kita akan tindaklanjuti, melibatkan aparat polisi,” katanya.

Sementara itu, Camat Bintan Utara, Firman Setiawan, mengatakan, temuan ini telah diserahkan ke Polres Bintan agar dilakukan pengusutan secara tuntas.

“Kepada pihak pemilik lahan diminta untuk membuka kembali jalur air yang sudah ditimbun tersebut,” ujarnya.

“Saya berterima kasih kepada warga yang sudah melapor tentang penimbunan laut dan bakau tersebut. Kami menunggu perkembangan dan informasi lanjut dari pihak kepolisian yang sudah menangani permasalahan ini,” pungkasnya. (Wak Tar)

banner 4921x615

banner 1280x160

banner 740x400

banner 1280x157

banner

banner 1050x130 banner 2560x472

banner 740x400

banner