Polresta Barelang Diminta Usut Tuntas “KASUS PEMUKULAN” Anggota ADO

oleh
Ketua ADO, Fakhrudin, bersama anggota ADO, membuat Laporan Kepolisian (LP) di Polresta Barelang. (Foto : Nda)
Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Malas Baca, Tekan Ini”]

Polresta Barelang Diminta Usut Tuntas “KASUS PEMUKULAN” Anggota ADO
– Sudah Dua Kali Terjadi.

SIJORIKEPRI.COM, BATAM — Ketua Asosiasi Driver Online (ADO), Fakhrudin, meminta kepada pihak Polresta Barelang, untuk bisa segera mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan yang dialami oleh salah satu anggota ADO, bernama Widjaya Setijograha alias WS.

Hal itu disampaikan oleh Fakhrudin, pada saat yang bersangkutan mendampingi WS untuk membuat Laporan Kepolisian (LP) di Polresta Barelang, yang diikuti oleh beberapa rekan pengurus ADO lainnya.

“Selaku Ketua ADO, saya meminta kepada pihak Polresta Barelang, untuk bisa segera mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan yang telah dialami oleh anggota saya, bernama Widjaya Setijograha ini,” tegas Fakrudin, kepada Sijori Kepri, Selasa, (21/8/2018).

Disampaikan juga oleh Fakhrudin, bahwasanya, si korban pemukulan (WS) itu telah mengalami hal yang sama sebanyak dua kali, yakni di tahun 2017 dan di tahun 2018 ini, dimana kasus yang lama tidak terusut tuntas, seperti apa yang telah dituturkan oleh WS.

“Saya nyatakan disini bahwasanya, kami semua dari ADO, minta kasus ini segera diusut tuntas, karena dulu ada juga sudah pernah terjadi kasus seperti ini, dan kasus dulu itu juga belum selesai atau belum tuntas,” lanjut Fakrudin.

Sementara itu, dari pihak korban sendiri, WS, juga berharap pihak kepolisian bisa menyelesaikan kasus yang dialaminya itu dengan sebaik-baik mungkin, yakni usut tuntas. Jangan pula seperti kasus lama.

“Saya juga berharap, pihak kepolisian, untuk bisa mengusut tuntas kasus yang saya alami ini. Karena itu, dulu juga sudah pernah, dan tidak pula terusut tuntas,” kata Widjaya, didampingi istrinya berbaju hijau.

Sementara itu, mendengar adanya dugaan penganiayaan yang dialami oleh WS, sontak saja para anggota ADO lainnya, langsung berkumpul untuk melakukan aksi solidaritas terhadap sesama rekan seprofesinya.

Mereka berkumpul di halaman parkir Polresta Barelang tanpa melakukan tindakan apapun yang bersifat merugikan masyarakat umum. Mereka hanya datang solidaritas dan menunggu saja rekannya membuat LP.

Perlu diketahui lebih lanjut, bahwa dugaan penganiayaan yang dialami oleh WS itu terjadi di Pelabuhan Ferry Internasional, Batam Centre. Dan pada saat itu, WS bukan sedang berkegiatan sebagai taxi on line. Namun WS akan menjemput saudaranya yang baru datang dari Bangka Belitung, pada Hari Selasa, 21 Agustus 2018.

Sementara itu, ketika hal ini hendak dikonfirmasikan kepada Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Andri Kurniawan S.IK SH, terkait penanganan selanjutnya kasus tersebut, yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat. (nda)