,

Presiden Direktur PT Hermina Jaya di Vonis Enam Bulan

oleh
Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

TANJUNGPINANG (SK) — Setelah sempat ditunda selama seminggu, persidangan dugaan kasus penggelapan dan penipuan dana reklamasi pasca tambang sebesar Rp 3,6 miliar di Dabo Singkep Kabupaten Lingga, Helman yang menjabat sebagai Presiden Direktur PT Hermina Jaya akhirnya di vonis enam bulan penjara oleh majelis Hakim, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Rabu (13/5/2015).

Selain vonis yang di jatuhkan kepada terdakwa, majelis hakim juga menyatakan bahwa barang bukti yang telah disita sebelumnya, dikembalikan kepada penyidik untuk perkara lain atas nama Eltoto. Yang merupakan anak dari terdakwa Helman. Selain itu terdakwa juga dibebani membayar biaya perkara sebesar Rp 5000.

Vonis yang dijatuhi majelis hakim setara dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rudi Bona Sagala yang sebelumnya menuntut terdakwa enam bulan penjara.

Sebelum vonis tersebut, hakim lebih dulu mempertimbangkan terhadap hal memberatkan dan meringankan terdakwa. Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa adalah, terdakwa menimbulkan kerugian untuk saksi korban. Perbuatan terdakwa menghilangkan kepercayaan investor yang menanamkan modal di Indonesia.

”Hal yang meringankan karena terdakwa belum pernah di pidana dan merupakan tulang punggung keluarga. Dan menetapkan masa penahanan yang dijalankan terdakwa dikurangkan dari pidana yang dijatuhkan,” ujar Hakim.

Terhadap vonis tersebut, terdakwa menyatakan kepada majelis hakim untuk pikir pikir. Sementara JPU juga menyatakan hal yang sama seperti terdakwa.

Perbuatan terdakwa berawal sekitar Agustus tahun 2010 lalu, ketika terdakwa Helman meminta uang sebesar Rp 3,6 miliar untuk dana reklamasi pasca tambang kepada korban Chew Fatt, Direktur Trans Elite Mineral LTD, selaku rekan bisnis terdakwa.

Uang itu diserahkan oleh korban yang seharusnya disimpan di rekening Bank Riau Kepri. Namun oleh terdakwa, uang itu disimpan dan dibungakan melalui rekening pribadinya di Bank CNIB.
Akibatnya, korban merasa dirugikan karena berdampak ditutupnya aktifitas pertambangan bauksit PT Hermina Jaya.

Uang itu disimpan sejak tahun 2009 hingga 2012 oleh terdakwa dengan total bunga yang diperoleh terdakwa Helman mencapai Rp 500 juta lebih.

Jalannya sidang perkara tersebut dipimpin Bambang Trikoro, dibantu dua hakim anggota yakni Fathul Mujib SH serta Eryusman. (SK-YUL)

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

height="100%"

loading...
banner 740x400

banner

banner