Produksi dan Edarkan Obat-Obatan Terlarang, 5 Pelaku Diringkus di Karimun

oleh
Wakapolres Karimun, Kompol Syaiful Badawi, bersama Kasat Narkoba Polres Karimun, AKP Elwin Kristanto, dan 5 orang pelaku Narkotika bersama barang bukti. (Foto : Ist)

Karimun, Sijori Kepri — 5 (lima) orang pria berinisial RN, NL, MS, HI dan NN, diringkus Satresnarkoba Polres Karimun karena melakukan tindak pidana memproduksi dan mengedarkan obat-obatan terlarang dengan barang bukti 4.390 butir pil ekstasi di Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun.

Kapolres Karimun melalui Wakapolres Karimun, Kompol Syaiful Badawi, mengatakan, pada tanggal 25 Juni 2022, dari hasil penyelidikan Satresnarkoba Polres Karimun berhasil mengungkap tindak pidana memproduksi (home industry) obat–obatan sediaan farmasi tanpa izin yang beralamatkan Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun. Sebanyak 3 (tiga) orang laki–laki diamankan di Polres Karimun dengan inisial RN, NL dan MS.

“Adapun barang bukti yang diamankan, antara lain, 258 (dua ratus lima puluh delapan) butir diduga Pil Ekstasi berbentuk bulat berwarna abu-abu dengan berat bersih 141 (seratus empat puluh satu) gram dan bahan obat-obatan berwarna abu-abu yang sudah diolah untuk menjadi pil diduga jenis Ekstasi dengan berat bersih 402 (empat ratus dua) gram,” kata Kompol Syaiful Badawi, didamping Kasat Narkoba Polres Karimun, AKP Elwin Kristanto, di Loby Polres Karimun, Jumat, 22 Juli 2022.

BACA JUGA  Bea Cukai Batam Identifikasi Narkotika di Dalam Buku Kamus Bahasa Inggris

Di TKP yang berbeda, Satresnarkoba Polres Karimun juga berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis pil Ekstasi pada tanggal 11 Juli 2022 di Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun.

Turut diamankan 2 (dua) orang laki-laki dengan inisial HI dan NN, dengan barang bukti sebanyak 5 (lima) bungkus pil Ekstasi dengan total keseluruhan sebanyak 4.390 butir dengan berat 1.930 gram.

Wakapolres Karimun menjelaskan, kepada pelaku pembuatan obat-obatan yang terlarang dikenakan Pasal 196 Jo Pasal 197 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman paling lama 10 sampai dengan 15 tahun dan denda Rp.1.000.000.000 (satu miliar rupiah) sampai dengan Rp 15.000.000.000 (lima belas miliar rupiah).

“Sedangkan pelaku tindak pidana narkotika jenis pil Ekstasi kita kenakan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 tahun penjara atau pidana denda Rp 800.000.000 (delapan ratus juta rupiah) sampai dengan Rp 10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah),” ungkap Wakapolres Karimun, Kompol Syaiful Badawi.

Shares