Proyek Kantor Camat Bukit Bestari Dipertanyakan

oleh

– Terkait Sengketa Kepemilikan Lahan Warga


TANJUNGPINANG (SK) — Pembangunan kantor Camat Bukit Bestari di Dompak Kecamatan Bukit Bestari Kota Tanjungpinang dipertanyakan oleh warga setempat. Hal tersebut terkait adanya sebagian lahan warga terkena imbas pembangunan gedung kantor camat tersebut belum diganti, sehingga warga selaku pemilik lahan merasa dirugikan Pembangunan Kantor Camat Bukit Bestari tahun 2014 tahap I Pelaksana CV Pilar Dua Inti Perkasa dengan nilai kontrak sebesar Rp1.520.097.235,33 dengan dua lantai.

Impormasi di lapangan, warga pemilik lahan tidak terima begitu saja bahwa lahannya diambil untuk pembangunan kantor Kecamatan Bukit Bestari tampak ada koordinasi dengan kita.

Samulya, salah seorang pemilik lahan yang mempunyai surat sertifikat di lahan tersebut, mengaku sebagian lahannya tersebut sudah diserebot oleh pihak pemerintah daerah maupun pengembang Kantor Camat Bukit Bestari tersebut. Akibatnya, ia meminta kepada pihak pelaksana proyek tersebut dihentikan.

“Kita juga minta agar pihak pemerintah daerah Kota Tanjungpinang agar segera mencari solusinya. Kita sudah bosan dan jenuh, sebab, tidak ada kabar yang kita terima dari siapa pun, kita bukan mencari masalah, hanya kita mencari solusinya,” ungkap Samulya pada wartawan, Kamis (21/8).

Menurut Samulya, lokasi kawasan lahan yang dimilikinya tersebut bermula  diperoleh dari Ibrahim Hamid mantan kepala sekolah. Sesuai hasil jual beli tentang status alas hak yang dimiliki warga sejak tahun 1991 silam. 

“Pengelolahan lahan itu diketahui sejak tahun 1975 silam. Sedangkan pengurusan sertifikat kepemilikan hak atas tanah itu dilakukan pada tahun 2003 silam dengan jumlah sertifikat sebanyak 13 lembar beras tentang kepemilikan lahan tersebut,” ucap Samulya.

Namun jika tidak ada penyelesaian tentang permasalahan ini oleh Pemko Tanjungpinang. maka warga selaku pemilik lahan yang terkena imbas pembangunan proyek kantor camat Bukit Bestari tersebut akan menempuh melalui jalur hukum.

“Kami akan melaporkan hal ini kepada pihak berwenang, jika tidak juga dapat diselesaikan segera,”ucapnya.

Dilain pihak, Ketua LSM  Investigation Corruption Transparant (ICTI) Kepri, Kuncus meminta agar pihak yang terkait dalam proses pembangunan kantor Camat Bukit Bestari tersebut dapat segera menyelesaikannya dengan warga selaku pemilik lahan. 

“Jika tidak ada etika baik terhadap penyelesaian malah lahan tersebut, dikhawatirkan dapat menimbulkan persoalan baru tentang adanya dugaan tindak pidana korupsi dan sebagaiya,”kata Kuncus. (hk-nel)

http://www.haluankepri.com/tanjungpinang/66958-proyek-kantor-camat-bukit-bestari-dipertanyakan.html

 

No More Posts Available.

No more pages to load.