ANAMBAS

Proyek Pasar Desa Paya Laman Palmatak Terbengkalai

×

Proyek Pasar Desa Paya Laman Palmatak Terbengkalai

Sebarkan artikel ini

– Kondisi Bangunan Miring dan Retak-Retak.

ANAMBAS (SK) — Pembangunan Pasar Tradisional yang di bantu oleh Pemerintah Pusat bersumber dari Anggaran APBN, diperbantukan ke Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas dalam hal ini Dinas Disperindagkop dan UKM Anambas, yang terletak di Desa Paya Laman, Kecamatan Palmatak, Anambas, hingga kini kondisinya sangat memprihatinkan, seakan-akan tiada lagi pihak yang bisa membenahi persoalan ini.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Pembangunan pasar tersebut semula diharapkan dapat membantu dan memudahkan warga untuk melakukan transaksi jual beli, baik berupa ikan hasil tangkapan nelayan, sayuran dan lain-lain. Namun dengan gagalnya Proyek tersebut, sehingga membuat masyarakat setempat bertanya-tanya siapakah yang akan bertanggung jawab atas pembangunan ini.

“Saya sangat kecewa dengan pembangunan pasar tradisional ini, sebab hingga saat ini kami tidak bisa merasakan manfaatnya. Hal ini sudah saya sampaikan ke Dinas Disperindagkop, namun hingga saat ini tidak ada tanggapan serta titik terang dari Dinas,” ungkap Ketua BPD Desa Paya Laman, M Pardi, saat dijumpai Sijori Kepri di Kediamannya, Selasa (05/04/2016).

Kepala Desa Payalaman bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Paya Laman, sebelumnya telah melakukan upaya dalam mencari solusi terkait permasalahan yang terjadi pada proyek Pembangunan Pasar Tradisional tersebut, namun upaya yang dilakukan oleh ke dua kelompok petinggi di Desa tersebut ternyata sia-sia.

“Dulu Saya pernah menyurati Pihak Pemda, Kantor Dinas Disperindagkop, bahkan Saya bersama Kepala Desa Payalaman sengaja ke Tarempa dengan membawa beberapa orang perwakilan masyarakat seperti, RT, RW, Kasun, LPMD Perwakilan Pemuda, serta unsur lainnya untuk mendatangi Kantor DPRD dan Kantor Kejaksaan Tarempa, sekaligus menyerahkan berkas hasil Surpey yg kami lakukan, itu bertujuan supaya pihak kejaksaan membuat tindakan yang tegas kepada pihak Kontraktor, namun apa yang terjadi, lagi-lagi usaha yang kami lakukan juga sia-sia. Lantas kalau begini kami harus mengadu dan percaya kepada siapa lagi..?,” papar Pardi dengan rasa penuh kesal.

Dijelaskan Pardi, Pelaksanaan pekerjaan Pasar Tradisional tersebut dikerjakan dengan menggunakan anggaran APBN tahun 2012/2013 oleh Kontraktor Koperasi Serba Usaha (KSU) Sekar Wangi, dengan pagu dana berjumlah Rp 900.000.000,00. Pasar yang di bangun di lahan pemerintah atas laut tersebut, saat ini mengalami keretakan dan kemiringan, diduga diakibatkan ada beberapa tiang bangunan tersebut yang di potong, dan hasil potongan tiang yang dipancang diperkirakan panjangnya sekitar 2 Meter. Menyedihkan lagi, kata Pardi, pasar tersebut kondisinya terbengkalai, karena pembangunannya tidak selesai dikerjakan.

Kini harapan masyarakat setempat sirna, warga hanya bisa mengeluh dan kecewa yang hanya melihat bangun condong/miring dan bahkan tidak selesai dikerjakan.

Selain BPD, hal senada juga dilontarkan oleh Kades Paya Laman Sumardi M.T, yang kebetulan hadir di kediaman Ketua BPD pada saat itu.

“Kami kecewa dan tidak terima bangunan pasar tradisional seperti itu, Pemda harus bertanggung jawab dan jangan dibiarkan begitu saja,” ungkapnya.

Kepada Sijori Kepri, Kepala Desa dan Ketua BPD menceritakan langkah-langkah, serta tindakan yang sudah dilakukan warga dan perangkat Desa sabagai upaya menjacari solusi.

“Kami perangkat Desa sudah melakukan peninjauan terhadap proyek pembangunan pasar tradisional tersebut pada tanggal (18-02-2014), yang mana pada saat itu pihak kontraktor masih melakukan pekerjaan. Dan dari situlah kami menemukan keretakan dan kemiringan pada bangunan pasar tersebut, kemudian kami langsung melaporkan kejadian tersebut ke pengawas KSU Sekar Wangi, namun tidak ada tindakan dan bahkan pengawas dari kontraktor tersebut tidak pernah datang. Merasa tidak puas, akhirnya kami meneruskan laporan langsung ke Dinas Disperindagkop,” Tambah Ketua BPD Pardi.

Dulunya, sambung Pardi, untuk kali pertama Dinas Disperindakkop Anambas berkunjung ke lokasi pada tanggal (25-08-2014). Kunjungan ke dua pada tanggal (20-10-2014). Namun hasil dari kunjungan tersebut tidak ada tindakan yang positif dan kejelasan tentang keadaan pasar tradisional tersebut, sehingga warga dan perangkat desa lainnya seperti, Ketua RT, RW, Kadus, Kades, Ketua BPD, LPMD dan Tokoh masyarakat Desa Paya Laman pada tanggal (02-12-2015) akhirnya mendatangi Kantor Kejaksaan untuk melaporkan tentang proyek pembangunan pasar tradisional Desa Paya Laman yang tidak selesai di kerjakan oleh kontraktor KSU Sekar Wangi, agar di proses secara hukum.

“Namun sampai saat ini, tidak ada kejelasan dan tindak lanjutnya juga,” imbuhnya.

Warga sangat berharap, agar bangunan pasar ini benar-benar ada kejelasan, dan diselesaikan, agar masyarakat Desa Paya Laman bisa menikmatinya.

Menurut Pardi, ini bukan tanggung jawab Kopersi KSU Sekar Wangi saja, namun pihak-pihak lain yang semestinya ikut bertanggung jawab, serta menyelesaikannya.

“Kami tidak menyudutkan Koperasi, sebab disini ada Konsultan Pengawas, Dinas Disperindagkop, Bupati, DPRD, dan yang tidak kalah pentingnya lagi adalah pihak Kejaksaan. Jangan ini dibiarkan begitu saja. Ada apa dengan Kejaksaan.? Kenapa Kontrktor tidak di panggil ? Sekiranya sudah dilakukan pemanggilan, kenapa tidak ada tindak lanjut ? Yang kami butuhkan hari ini hanyalah ketegasan, bukan kucing-kucingan,” Tegas Pardi.

Dengan kejadian ini, melalui Kepala Desa dan BPD, Pardi berharap, Pemerintah Daerah lebih memperhatikan, serta memihak ke masyarakat.

“Apapun jenis dan alasannya, semua ini tidak terlepas dari tanggung jawab Pemerintah Daerah, selaku pimpinan tertinggi di Anambas ini dan Kejaksaan selaku Penegak Hukum,” Pungkasnya. (SK-Hen)


Pasar Tradisional Desa Paya Laman Palmatak, Anambas

Dari Kiri Ketua BPD Desa Paya Laman, Kades Paya Laman dan Kepala Dusun

Follow