Pusat Pemerintahan Provinsi Kepri Berubah Nama Menjadi Istana Kota Piring

oleh -121 views

TANJUNGPINANG (SK) — Istana Kota Piring resmi menjadi nama kantor pusat Pemerintah Provinsi Kepri, di Dompak, Tanjungpinang. Diresmikan oleh Gubernur Kepri H Muhammad Sani, usai upacara dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 12 tahun, yang ditandai dengan pembukaan papan nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau Istana Kota Piring.

Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri, H Abdul Razak mengatakan, pemberian nama-nama baru itu telah dirapatkan bersama dengan tim yang bernama FDG (Forum Diskusi Grup) yang terdiri dari unsur LAM Kepri, Akademisi, Tokoh masyarakat, serta pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Biro Hukum dan Dinas Kebudayaan Kepri.

“Untuk menentukan nama-nama ini, kita telah beberapa melakukan pertemuan dan rapat bersama. Nama-nama ini diusulkan dari tim tersebut, yang mempunyai tiga pilihan tiap itemnya,” ungkap Abdul Razak, di Dompak, Rabu (24/9).

Alasannya mengambil nama Istana Kota Piring, memang tak bisa dipisahkan dengan sejarah. Jadi kebesarannya itu semasa Kesultanan Riau-Lingga, Istana Kota Piring tak terpisahkan dan sudah bersinar serta memiliki kebesaran tersendiri.

“Istana Kota Piring mempunyai filosofi dan sejarah sendiri. Pada saat Kerajaan Bentan yakni semasa Kesultanan Riau-Lingga itu sudah cukup di kenal. Dimana bahwa, pada masa keemasan Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah dan sesudah itu Raja Haji Fisabillah, memimpin pusat Kerajaan Riau-Linga yang pada saat itu di kawasan sungai carang,” jelasnya.

Selain itu, mereka juga lahir di Istana Kota Piring. Dan disana juga terdapat Istana Besar, yang dinamai Kota Rebah. Dikatakannya kembali, disanalah pusat pemerintahan sebelum Kerajaan di Pulau Penyengat dan di Kabupaten Lingga.

“Atas dasar itu, yang merupakan sejarah yang jelas diketahui. Maka kami usulkan Istana Kota Piring yang menjadi nama pusat Pemerintahan Provinsi Kepri di Dompak. Awalnya kita mencari asal muasal nama Dompak, itu dari mana asalnya?. Tetapi kita tidak dapat mengetahui asal nama Dompak tersebut,” jelasnya kembali.

Razak mengingatkan, sebagai masyarakat Melayu tentu harus saling menghargai, tenggang rasa serta berjalan dalam koridor benang merah sejarah dalam menentukan nama pengganti Dompak. Sehingga, tercipta suasana yang harmonis antar masyarakat bersama pemerintah.

“Sejarah nama Dompak tak ada yang jelas. Kita tidak dapat mengetahui asal muasalnya. Seumpana ada satu fakta pendukung alias benang merahnya (historis) kemungkinan mudah dalam mencari nama penggantinya. Selain itu, di Dompak tidak ada tempat atau situs-situs sejarah. Ada pun di pulau Basing, katanya. Setelah kita cari tau, itu pun tak jelas, karena di Basing itu peninggalan Belanda bukan pada kerajaan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kepri, Arifin Nasir menyampaikan bahwa, bukan hanya Kantor Gubernur saja yang diberikan nama. Tetapi termasuk Jembatan I Dompak diberikan nama Jembatan Hang Tuah, Jembatan II bernama Jembatan Hang Lekir dan Jembatan III diberikan nama Jembatan Hang Kansturi.

“Selain itu, kita juga memberikan nama pada gedung-gedung pemerintahan lainnya, dan jalan-jalan di Dompak serta RSUP Kepri dan RSUD Tanjung Uban. Dan juga ruang rapat ditiap kantor pemerintahan di lingkungan Provinsi Kepri. Dan gedung DPRD Kepri juga kita berikan nama,” ungkap Arifin.

Inilah nama-nama gedung yang diberikan pada HUT Kepri ke – 12 tahun :
– Komplek Perkantoran Dompak, Pusat Pemerintahan Provinsi Kepri – Istana Kota Piring.
– Gedung A-B1-B2-C1-C2-D – Gedung Sultan Mahmud Riayat Syah
– Gedung Aula atau Auditorium – Balairung Wan Seri Beni
– Ruang Rapat Kantor Gubernur Kepri – Balairung Raja Ali Kelana
– Gedung DPRD Provinsi Kepri – Gedung Sultan Ibrahim Syah
– Ruang Rapat Utama DPRD Kepri – Balairung Raja Khalid
– RSUD Provinsi Kepri, Tanjungpinang – RSUD Raja Ahmad Tabib
– RSUD Provinsi Kepri, Tanjung Uban – RSUD Engku Haji Daud
– Graha Kepri, Batam – Gedung Tengku Mandak
– Gedung Kantor Utama Lama – Gedung Muhammad Yusuf Ahmadi
– Gedung Lembaga Adat Melayu – Gedung Engku Putri

Inilah nama-nama jalan di Dompak yang diberikan pada HUT Kepri ke – 12 tahun :
– Dari arah Jembatan III, depan UMRAH, Bundaran I, II sampai depan Dinas Kebudayaan – Jalan Sultan Mansyur Syah.
– Dari Bundaran IV sampai Bundaran V – Jalan Sultan Mahmud Syah.
– Bundaran V sampai Bundaran VIII menuju Bundaran II – Jalan Sultan Alauddin Riayat Syah II.
– Jalan Lingkar dari Kantor Gubernur menuju Kantor DPRD dan sebaliknya – Jalan Sultan Muzzafar Syah II.
– Bundaran II menuju jalan lingkar – Jalan Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah I.
– Bundaran III menuju jalan lingkar – Jalan Sultan Abdullah Muayat Syah.
– Bundaran IV menuju jalan lingkar – Jalan Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah I.
– Bundaran V menuju jalan lingkar – Jalan Sultan Abdil Jalil Muazzam Syah.
– Bundaran VI menuju jalan lingkar – Jalan Sultan Ahmad Riayat Syah.
– Bundaran VII menuju jalan lingkar – Jalan Sultan Abdultahman Muazam Syah II.
– Bundaran VIII menuju jalan lingkar – Jalan Sultan Muhammad Syah.
– Bundaran VII menuju jembatan I Dompak – Sultan Mahmud Muzzafar Syah IV.
– Bundaran V menuju masjid – Jalan Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah II.
– Jalan menuju terminal ferry – Jalan Sultan Abdulrahman Muazzam Syah II.

(SK-001)

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]
banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400