, , , ,

Putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Karimun Lukai Rasa Keadilan Masyarakat

oleh
Ketua Laskar Melayu Bersatu (LMB) Provinsi Kepri, Datuk Azman Zainal SH, bersama pengurus LMB Kabupaten Karimun. (Foto : Taufik)

Sijori Kepri, Karimun — Kasus penangkapan AC, yang terbukti menyimpan pil ekstasi di dalam kantong celana, Senin, (9/9/2019) beberapa waktu lalu, telah dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Terhadap AC, dituntut JPU hukuman penjara 7 tahun. Sementara, IS, pelaku yang menjual barang haram tersebut ke AC, hanya divonis 10 tahun. Padahal, saat ditangkap, IS terbukti memiliki 4000 pil ekstasi.

Keputusan majelis hakim ini, tentu mengundang tanda tanya warga yang menyaksikan jalannya sidang.

”Terbukti miliki 4000 ekstasi hanya dihukum 10 tahun. Sedangkan vonis pengguna yang hanya memiliki beberapa butir, dituntut JPU 7 tahun. Perbedaannya sedikit. Menurut kita, vonis terhadap IS, sangat ringan, mengingat peranannya yang bisa dikatakan bandar,” ujar salah seorang warga, enggan namanya dipublikasikan, Rabu, (19/2/2020).

Terungkap dipersidangan, tersangka AC pertama kali diamankan polisi, Senin, (9/9/2019) malam, di Lobi Hotel Century, Tanjung Balai Kota, Karimun.

Dalam pemeriksaan polisi, didapati beberapa butir ektasi yang simpan dalam kantong celana AC. Pengakuan AC kepada petugas, ia mendapat barang haram tersebut dari seorang tersangka IS. Maka, polisi kembali melakukan pengembangan dan memburu IS.

IS berhasil diamankan pada Selasa, (10/9/2019), dini hari oleh anggota Satnarkoba di rumahnya, di kawasan Sungai Lakam Timur, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun.

Hasil pemeriksaan, didapati 4000 butil pil ekstasi. Tidak hanya itu, narkoba jenis sabu-sabu juga didapat petugas dari rumah IS sebanyak dua paket.

Atas perbuatan kedua tersangka AC dan IS dijerat polisi dengan pasal 114 ayat (2) subsider ayat (1) Undang-Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukuman paling singkat lima tahun, paling lama 20 tahun penjara atau hukuman seumur hidup atau hukuman mati atau pidana denda Rp 1 miliar sampai dengan Rp 10 miliar.

Click to rate this post!
[Total: 1 Average: 5]