,

Razia Tambang Pasir Ilegal di Bintan, 3 Pelaku Ditangkap

oleh
Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Dwihatmoko Wiroseno, bersama pelaku Tambang Pasir Ilegal di Kampung Banjar Baru, Desa Gunung Kijang, Kabupaten Bintan. (Foto : Ist)

Sijori Kepri, Bintan — Razia Tambang Pasir ilegal di Kampung Banjar Baru, Desa Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, 3 (tiga) pelaku berinisial YA, M alias U, dan JH, ditangkap Satreskrim Polres Bintan. Sementara 2 (dua) pelaku lainnya berinisial EDS dan MKS, masih buron, Senin, (17/01/2022).

Kapolres Bintan, AKBP Tidar Wulung Dahono, melalui Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Dwihatmoko Wiroseno, mengatakan, Satreskrim Polres Bintan telah melakukan penangkapan terhadap 3 (tiga) orang pelaku penambang pasir diduga ilegal, di daerah Kampung Banjar Baru, Desa Gunung Kijang, Kabupaten Bintan. 

“Satreskrim Polres Bintan menetapkan 3 (tiga) orang tersangka, yaitu inisial YA selaku penambang atau pemilik mesin, kemudian inisial M alias U selaku pemilik CV KMBJ dan JH selaku pengurus perusahaan CV KMBJ. Sementara 2 (dua) pelaku lainnya berinisial EDS dan MKS, masih dalam pengejaran,” kata AKP Dwi Hatmoko, didampingi Ps Kasi Humas Polres Bintan, IPTU Missyamsu Alson dan Kanit Tipidter Satreskrim Polres Bintan, IPDA Richie Putra, Jumat, (21/01/2022).

BACA JUGA :  Apri Sujadi : Perangi Hoax dan Ujaran Kebencian

Kronologis penangkapan berawal dari informasi masyarakat, yang memberitahukan bahwa adanya aktivitas penambangan pasir ilegal di daerah Kampung Banjar Baru, Desa Gunung Kijang, Kabupaten Bintan.

Berbekal informasi tersebut, personil Satreskrim Polres Bintan langsung melakukan penyelidikan dengan mendatangi lokasi yang diinformasikan.

“Sesampainya dilokasi, ternyata informasi tersebut benar, adanya aktivitas penambangan pasir. Kemudian anggota Satreskrim melihat langsung aktivitas penambangan pasir diduga ilegal tersebut,” ungkap Dwihatmoko Wiroseno.

Dikatakan Dwihatmoko, terlihat di lokasi penambangan 2 (dua) unit mesin penyedot pasir yang sedang bekerja menyedot pasir dari dalam kolam yang disalurkan kedalam sebuah bak penampungan melalui selang.

Di lokasi itu juga didapatkan 2 (dua) unit truk, yaitu 1 (satu) unit truk dengan bak sudah terisi penuh pasir, sedangkan 1 (satu) unit truk lagi sedang dalam pengisian.

BACA JUGA :  Bupati Bintan dan OPD Dinilai Tidak Berpihak Pada Penanggulangan Karhutla

Dilokasi penambangan, lanjutnya, petugas mengamankan inisial YA (22), selaku pemilik mesin. Dari introgasi dilapangan, bahwa YA bekerja dilahan milik CV KMBJ, dengan perjanjian bagi hasil dari penjualan pasir, yaitu para sopir truk yang membeli pasir di tempat tersebut.

Tidak menunggu lama, di lokasi penambangan diamankan juga para sopir truk, pemilik mesin dan pemilik perusahaan CV KMBJ, beserta barang bukti yang ada di lokasi penambangan, seperti mesin dan truk yang telah bermuatan pasir.

“Para tersangka dijerat dengan pasal 158 Jo pasal 35 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 (lima)  tahun dan atau denda Rp 100 Miliar,” ujar Dwihatmoko.

BACA JUGA :  Polres Bintan Gelar Pelatihan Call Centre 110

Dwihatmoko Wiroseno juga menghimbau kepada pelaku usaha ilegal agar segera menutup atau menghentikan kegiatannya. 

“Kami Polres Bintan akan melaksanakan penindakan terhadap penambang pasir ilegal. Dan kami Polres Bintan berkomitmen hal ini akan berkelanjutan dan tetap dilakukan razia dan penindakan sesuai dengan Perundang-Undangan,” tegasnya. (R Rich)

Shares

No More Posts Available.

No more pages to load.