,

Reskrim Polsek Galang Tangkap Pelaku Pembakaran Lahan

oleh
Pembakaran hutan di Sembulang Hulu, Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Kota Batam. (Foto : Humas Polresta Barelang)

Sijori Kepri, Batam — Unit Reskrim Polsek Galang, Polresta Barelang, yang dipimpin oleh IPDA Jontoni Daman Gultom, berhasil mengamankan pelaku pembakaran berinisial RJ (27), yang melakukan pembakaran lahan untuk berkebun, di hutan lahan Sembulang Hulu, RT 001/ RW 001, Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Kota Batam, Selasa, (02/03/2021), sekira pukul 14.00 WIB.

Kapolresta Barelang, Polda Kepulauan Riau, Kombes Pol Yos Guntur, melalui Kasubbag Humas Polresta Barelang, AKP Betty Novia, membenarkan adanya pelaku tindak pidana pembakaran hutan.

“Saat ini pelaku telah diamankan oleh Unit Polsek Galang untuk penyelidikan lebih lanjut,” kata AKP Betty Novia, Kamis, (04/03/2021).

Kronoligis kejadian berawal pada saat Kanit Reskrim, beserta anggota melakukan patroli ke daerah Kelurahan Sembulang. Melihat adanya kepulan asap di tengah hutan, Kanit Reskrim menjumpai Ketua RW Sembulang Hulu, dan meminta kepada Ketua RW untuk menunjukkan jalan ke arah kepulan asap, di tengah hutan tersebut.

“Kanit Reskrim beserta anggota dan pak RW menuju kepulan asap di tengah hutan. Dan setelah di TKP (lokasi, Red) bertemu dengan pelaku,” ungkap Betty Novia.

BACA JUGA  Melawan Petugas, 3 Pelaku Diringkus Satreskrim Polresta Barelang

Setelah ditanya, pelaku RJ mengakui telah melakukan pembakaran lahan untuk berkebun dan lahan tersebut adalah milik dari Sri. Kemudian pelaku diamankan ke Polsek Galang untuk dilakukan pengusutan lebih lanjut.

“Kanit beserta warga masyarakat Kelurahan Sembulang, memadamkan api secara manual, sampai selesai dan api padam,” ujarnya.

Diketahui, Luas lahan yang terbakar lebih kurang 2 hektar, dengan barang bukti yang turut diamankan berupa 1 (satu) mancis warna merah, 1 (satu) baju warna kuning, 1 (satu) potongan kayu yang terbakar.

“Atas perbuatannya, pelaku di jerat Pasal 36 poin 19 ayat (4) jo poin 17 ayat (2) huruf b UU RI No 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja, sebagai perubahan pasal 78 jo pasal 50 UU RI No 41 tahun 1999 tentang Kehutanan dan atau pasal 108 jo pasal 69 ayat (1) huruf h UU RI No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan atau pasal 188 jo pasal 187 KUHPidana, dengan ancaman 15 tahun penjara,” tutup AKP Betty Novia. (Wak Dar)

Shares