, , , ,

Ringkus 2 Tersangka, Lanal Batam Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster Modus Baru Senilai Rp 8.1 Miliar

oleh
2 pelaku penyelundupan Baby Lobster modus baru dari Batam ke Singapura diringkus Lanal Batam. (Foto : Ist)

Sijori Kepri, Batam – Ringkus 2 (dua) orang tersangka pelaku penyelundupan Baby Lobster modus baru dari Batam ke Singapura, Pangkalan TNI Angkatan Laut Batam (Lanal Batam) berhasil mengagalkan penyelundupan Baby Lobster yang dikemas dalam 1 (satu) box viber ikan berisikan 55 buah kantong plastik senilai Rp 8.126.700.000,- atau Rp 8.1 Miliar.

Komandan Lanal Batam (Danlanal Batam), Kolonel Laut (P) Sumantri Kuswandono, mengatakan, penangkapan tersebut berawal informasi dari Pasintel Lanal Batam yang mendapat laporan, bahwa akan ada penyelundupan Baby Lobster di Perairan Pulau Serapat.

“Mendengar laporan tersebut, selanjutnya saya memerintahkan unsur operasi dan intel untuk memantau perkembangan situasi selanjutnya,” kata Kolonel Laut (P) Sumantri Kuswandono, saat setelah menyerahkan barang bukti tersebut di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam Setoko, Kota Batam, Jumat, (21/05/2021).

BACA JUGA  DJBC Kepri Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster Senilai Rp 12,86 Miliar

Danlanal Batam juga menjelaskan, secara visual terpantau oleh Tim Lanal Batam ada 1 (satu) unit Boat melintas kearah Pulau Lima atau tepatnya di perairan Pulau Serapat. Tim selanjutnya melakukan pengejaran.

“Pada saat proses pengejaran, salah seorang ABK Speed Boat terlihat membuang 1 (satu) box viber ke laut, dan Speed Boat terus melaju kearah kelong dan tempat yang dipenuhi dengan karang. Dikarenakan jarak pandang terbatas, membuat tim sedikit kesulitan,” jelasnya.

Lebih jauh di katakannya, tim memutuskan kembali ke lokasi awal tempat dimana ABK tersebut membuang box viber. Dari hasil penyisiran tersebut, tim berhasil menemukan 1 (satu) box viber berisikan 55 buah kantong plastik diduga Baby Lobster.

“Dari hasil pengembangan, Tim berhasil menangkap 2 (dua) orang pelaku penyelundupan yang masing-masing berinisial A. Pelaku sementara diamankan di Lanal Batam, terhadap barang bukti dikoordinasikan KKP untuk pengecekan dan penanganan awal,” tambahnya.

Penyelundupan ini, lanjutnya, adalah modus baru, dimana para pelaku sudah tidak lagi menggunakan box sterofoam untuk membawa Baby Lobster, tetapi menggunakan box viber ikan.

BACA JUGA  Lanal Batam Gagalkan Penyelundupan 500 Burung Kacer Asal Malaysia

“Pengemasannya juga berbeda dengan biasanya. Kali ini pelaku mengemasnya dengan kantong plastik tanpa air atau biasa di sebut packing kering, baby lobster cukup diletak diatas kapas yang lembab sebelum dimasukan kedalam kantong plastik,” ujarnya.

Lanal Batam kemudian menyerahkan barang bukti bersama Tim KKP di kantor BPPL yang disaksikan langsung oleh drh. Toha Tusihadi selaku Kepala BPPL untuk dilakukan penyegaran kembali.

Sebagai informasi dari hasil rincian pencacahan tim dari BPBL adalah sebagai berikut,
Benih Lobster jenis Pasir 54 Kantong plastik x 750 ekor = 40.500 ekor x Rp 100.000,- dengan nilai Rp 4.050.000.000,- (Empat Milyar Lima Puluh Juta Rupiah).

Jenis Mutiara 1 Kantong plastik berisi 178 ekor x Rp 150.000,- = Rp 26.700.000,- (Dua Puluh Enam Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah). Dari jumlah tersebut ditaksir kerugian negara diperkirakan sekira Rp. 4.076.700.000.-.

“Terhadap para tersangka dijerat pasal berlapis, yaitu pasal 31 Jo pasal 7 UU No.16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, pasal 88 Jo pasal 16 ayat (1) UU No 45 Tahun 2009 tentang Perikanan serta Permen KP Nomor 56 tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster ( Panulirus spp), Kepiting (Scylla spp) dan Rajungan (Portunus spp) dari Wilayah Negara Republik Indonesia dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp. 1.500.000.000,- (Satu Miliar Lima Ratus Juta Rupiah),” pungkasnya. (Wak Dar)

BACA JUGA  Tim Satgasgab F1QR Koarmada I Gagalkan Penyelundupan 91.630 Baby Lobster

No More Posts Available.

No more pages to load.