Robert Besuk Said Agil di Rutan Tanjungpinang

oleh

– Pasca Penahanan Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi

TANJUNGPINANG (SK) — Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kepri, Robert Iwan Loriaux besuk Said Agil di Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Tanjungpinang, Senin (2/3/2015) pukul 11.00 WIB.

Sekdaprov Kepri Robert ditemani Asisten I dan II Pemprov Kepri Reni Yusneli dan Syamsul Bahrum, menyampaikan bahwa kedatangannya beserta yang lainnya untuk memberikan dukungan moral terhadap Said Agil beserta Novianto Rovita yang merupakan pejabat di Pemprov Kepri.

“Maksud kedatangan ini, pastinya sebagai rekan kerja, sahabat untuk menjenguk beliau (Said Agil) dan memberikan dukungan moral terhadap apa yang terjadi. Selain itu, kita juga menanyakan kondisi kesehatannya agar bisa menghadapi persolannya. Dan kita juga berharap selalu yang terbaik untuk beliau,” kata Robert kepada Sijori Kepri usai membesuk di Rutan Klas I Tanjungpinang.

Dikatakanya kembali, Pemprov Kepri tidak menyediakan pengacara atau memberikan bantuan hukum untuk keduanya. Namun pengacara yang mendampingi Said Agil nanti merupakan pengacara Pemerintah Provinsi Kepri, yang ditanggung sendiri oleh beliau.

BACA JUGA  Selamat Jalan, Ayah. Jasamu, Kami Kenang

“Pemprov Kepri tidak menyediakan pengacara untuk pak Said Agil. Jadi pengacara itu, dari pribadi beliau (Said Agil) sendiri,” ucap singkat Robert.

Seperti diketahui, Said Agil yang merupakan Asisten III Pemprov Kepri bersama Novianto Rovita saat ini menjabat di Biro Administrasi Perekonomian Pemprov Kepri telah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah APBD Kepri tahun 2010 lalu untuk pelaksanaan pemilihan Gubernur Kepri senilai Rp1,3 miliar.

Dilain tempat, Kepala Rutan Klas I Tanjungpinang, Kunrat Karmiri mengatakan, hal yang biasa apabila ada salah seorang pejabat pemerintahan yang ditahan di rumah tahanan karena terbelit kasus dan ramai membesuk. Untuk Said Agil, dari hari pertama ditahan pada Kamis (26/2) kemarin, memang ramai yang membesuk hingga sekarang.

“Hal itu sudah lumrah ketika ada pejabat atau orang penting, yang ditahan. Bukan hanya pak Said Agil, tetapi pejabat yang ditahan sebelum-sebelumnya juga ramai yang besuk,” ungkap Kunrat saat ditemui.

Sementara itu, sambung Kunrat, keduanya kita titipkan di ruangan AO Rutan bersama tahanan umum lainnya. Hal ini merupakan masa orentasi yakni pengenalan dahulu. Penempatan itu menurutnya sudah sesuai aturan, sebagai tahanan baru untuk menyesuaikan dengan lingkungan Rutan.

BACA JUGA  Ini Kriteria Calon Sekda Kepri “VERSI AMIR HAKIM, WAKIL KETUA DPRD KEPRI”

“Setelah itu mereka akan dipindahkan ke blok ruangan tersangka korupsi lain,” ujar Kunrat kembali.

Masih dikatakannya, pihaknya tidak membedakan antara warga binaan satu dengan lainnya, termasuk status dari masing-masing tersangka.

“Jadi siapa pun mereka, jika sudah berada di Rutan, tentu harus menjalani aturan yang berlaku disini. Tidak ada perlakuan yang berbeda atau khusus diantara mereka,” pungkasnya. (SK-RB)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.