Rp137 Miliyar Usulan Pemkab Lingga Pada APBD Kepri 2016

oleh

– Bidang Pembangunan Merupakan Usulan Terbesar yakni, Rp 45 Miliyar.

LINGGA (SK) – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lingga, M. Ishak, mengatakan sebesar Rp137 Miliyar yang di usulkan Pemkab Lingga untuk pembangunan di berbagai sektor dari anggaran Pemprov Kepri tahun 2016, usulan tersebut telah sesuai dengan enam skala perioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional tahun 2015-2019.

“Kita fokuskan pada pemerataan pembangunan antar wilayah terutama kabupaten/kota, usulan tersebut kami sampaikan pada Musrenbang Kepri, 1 April 2015. Anggaran itu akan tersebar di 15 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD),” ucap Ishak kepada Sijori Kepri, Ahad (5/4/2015) melalui pesan singkatnya.

Bidang pembangunan adalah usulan terbesar yang diajukan yakni, sebesar Rp 45 Miliyar. Usulan itu guna membangunan jalan dan jembatan, selain itu di bidang lainnya, Kesehatan diusulkan Rp10,8 milyar, Pendidikan Rp13,3 milyar, Perhubungan Rp13,2 milyar, Kebudayaan dan Pariwisata Rp 20,3 milyar, Pertanian Rp14,8 milyar, dan Perikanan Rp 4 milyar.

“Kita berharap usulan pembangunan dapat direalisasikan Pemprov Kepri, hal ini sesuai dengan harapan masyarakat guna peningkatan ekonomi,” kata Ishak, usai penutupan Musrenbang Provinsi 2015 di Tanjungpinang baru-baru ini.

BACA JUGA  Bappeda Lingga Sambut Baik SK Menhut

Kabupaten Lingga ke depannya tidak boleh tidak, harus fokus pada pembangunan ekonomi untuk mningkatkan pendapatan masyarakat dan peningkatn PAD.

“Oleh karena itu untuk pembangunan ekonomi, penyediaan infrastruktur yang memadai terutama listrik dan air harus menjadi prioritas utama,” lanjut Ishak.

Ishak, juga mengatakan, untuk jangka pendek, penyediaan air bersih dilakukan dengan memperbaiki pipanisasi yang rusak, untuk jangka panjang perlu kiranya dibangun waduk atau embung di Pulau Lingga dan di Pulau Singkep, selain berguna untuk penyediaan air bersih juga berguna untuk pengendalian banjir.

“Begitu juga dengan penyediaan listrik. kedepan selain harus bisa memanfaatkan tenaga hydro juga harus memfollowup program nasional yang telah digambarkan pada RPJM Nasional 2015-2016,” terangnya.

Terakhir Ishak menuturkan, Sektor ekonomi yang sangat berpotensi untuk dikembangkan di Kabupaten Lingga adalah perkebunan/pertanian, industri kamaritiman dan perikanan, serta pariwisata, bila ada investasi yang cukup ke sektor itu tentu berdampak positif pada penyediaan lapangan pekerjaan dan penigkatan pendapatan masyarakat

“Untuk peningkatan PAD, semua elemen harus berpikir dan komit mencarikan sumber-sumber pendapatan, namun dengan tidak menyusahkan masyarakat, sumber-sumber yang memungkinkan seperta Pajak Bumi Bangunan (PBB), galian C, periwisata, telekomunikasi dan yang lainnya, PAD Kabupaten Lingga relatif kecil sementara itu permasalahan pembangunan cukup banyak,” tutup Ishak. (SK-Pus).

BACA JUGA  Tahun 2017-2019 Lingga Dapat Bantuan Perumahan
 

No More Posts Available.

No more pages to load.