RSUD Dabo dan RSL Daik Minim Dokter

oleh

LINGGA (SK) — Miris memang bila kita melihat rumah sakit yang ada di Kabupaten Lingga, baik itu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dabo, maupun Rumah Sakit Lapangan (RSL) Daik Lingga, kedua rumah sakit tersebut walau kelihatannya megah namun minim dengan dokter, hal ini dikarenakan dokter yang pernah bertugas di RSUD dan RSL hanyalah dokter yang bersifat kontrak, setelah masa kontraknya habis maka para dokter tersebut akan kembali ke tempat mereka masing-masing.

Kita lihat saja sekarang ini, hanya untuk sakit yang tidak begitu parah, pasien harus di rujuk ke rumah sakit yang ada di Tanjungpinang karena kita tidak mempunyai dokter, jangankan dokter untuk ronsen pun sudah tidak bisa karena alatnya bermasalah, tapi ada juga yang mengatakan tidak ada dokter untuk pengoperasian alat tersebut.

Seperti kecelakaan yang menimpa Safrudin (25) warga Desa Sungai Pinang, Kecamatan Lingga Timur, yang terpaksa harus dirujuk ke RSL Daik, Senin (27/7/2015), karena kecelakan yang menimpa dirinya, hanya karena ingin melepaskan tali yang hanyut dilaut dan terlilit di kipas pompongnya, namun saat ianya (Safrudin-Red) ingin melepaskan lilitan tali dari kipas tersebut, malah tangannya yang dililit tali tersebut.

BACA JUGA  RSUD Dabo Kekurangan Ruang Kelas I

“Sehingga tangan kanannya berbalik arah dari sendinya semula, serta satu jari tangannya hancur,” ujar salah satu kerabatnya kepada wartawan, kemarin.

Safrudin, menceritakan, Senin (27/7/2015) pagi sekitar pukul 09.00 WIB, dia berangkat ke laut sendiri untuk menjaring udang, saat itu kondisi cuaca buruk, saya langsung menuju lokasi yang telah direncanakan untuk menurunkan jaring (alat menangkap udang-Red), hasil yang didapat kurang lebih baru 1 Kg, namun saya berencana pindah lokasi, setelah selesai mengangkat jaring terlihat ada tali seukuran ibu jari tangan yang hanyut dilaut lalu melilit kipas pompong saya, kala itu saya ingin melepaskan tali tersebut dari kipas, hanya saya lupa mematikan mesin, tali itu malah melilit tangan saya, hampir saja saya terlempar dari pompong bila tidak dengan segera mematikan mesin.

“Dengan kondisi tangan kanan yang sudah tidak bisa digerakkan pada saat itu, sulit bagi saya untuk menghidupkan mesin pompong untuk pulang, beruntung ada teman yang tidak seberapa jauh dengan saya, walau menunggu cukup lama akhirnya teman saya datang juga untuk membawa saya pulang,” ungkapnya.

BACA JUGA  Warga Kecewa "PERAWAT RSUD DABO" Remehkan Pasien KIS

Akibat kelalaian ini, kata Safrudin, tangan saya jadi berbalik dari sendinya serta satu jari saya hancur, untuk perawatan lebih intensif.

“Besok Selasa (28/7/2015) saya akan dirujuk kerumah sakit yang ada di Tanjungpinang, karena di RSL ini tidak ada dokter yang menangani,” paparnya.

Seharusnya kecelakaan yang menimpa safrudin tidak perlu sampai dirujuk RSUD Tanjungpinang bila saja di RSUD Dabo maupun RSL Daik Lingga ada dokter, ini merupakan PR bagi pemerintah daerah untuk kedepannya, siapa pun yang akan menjadi pemimpin di Negeri ini hendaknya hal ini menjadi prioritas. (SK-Pus)

LIPUTAN LINGGA : PUSPANDITO
EDITOR : DEDI YANTO

Safrudin, saat masih di RSL Daik Lingga (Photo : Puspandito)
Safrudin, saat masih di RSL Daik Lingga (Photo : Puspandito)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.