Rutan Tanjungpinang Panen Lele 1,8 Ton

oleh

– Hasil Budidaya Warga Binaan.

TANJUNGPINANG (SK) — Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Tanjungpinang memanen 1,8 ton ikan lele hasil budidaya peternakan para warga binaan, Rabu (04/03/2015). Kepala Kementrian Hukum dan Ham Provinsi Kepri Ida Bagus didampingi Kepala Rutan Kelas I Tanjungpinang Kunrat kasmiri memanen lele hasil usaha budi daya tersebut.

Kepala Sub Seksi Bimbingan Kerja Rutan Kelas I Tanjungpinang Syahril menerangkan, lele yang dipanen itu merupakan bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kota (Pemko) melalui Dinas KP2KE berupa bibit ikan. Hasilnya nanti, akan dijual ke Tengkulak.

“Lebih kurang 2.000 ekor bibit ikan lele diberikan KP2KE untuk di kembang biakan didalam Rutan. Alhamdulillah hasilnya sudah bisa kita saksikan sekarang ini,” ujarnya.

Syahril menambahkan, jumlah warga binaan Rutan Klas I Tanjungpinang yang mengelola budidaya lele itu sebanyak 20 orang. Dari total bibit yang diperoleh, lebih kurang 20 persen diantaranya gagal panen alias mati.

“Lele yang dipanen ini usianya 3 bulan. Setelah kita jual ke tengkulak nanti, duit yang diperoleh akan kita jadikan modal untuk membeli bibit lele lagi,” ujarnya kembali.

BACA JUGA  Kanwil KUMHAM Kepri dan PAHAM Beri Penyuluhan Hukum di Rutan

Hal senada juga disampaikan salah seorang warga binaan yang juga merupakan ketua Tim perkembangbiakan lele di dalam Rutan. Ia menyebutkan, lebih kurang ada sekitar empat kolam pelastik dan lima kolam semen lele di dalam Rutan tersebut.

“Tempat itu kita jadikan sebagai wadah budidaya lele sampai sekarang. Untuk pangan lelenya, kita berikan pelet. Rencananya lele ini akan dijual per kilogram nanti dan harganya sesuai pasaran,” ujarnya tanpa menyebutkan identitas. (SK-RUD)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.