Sampaikan Hasil Forensik, 5 Saksi dan Pegawai Fraksi Partai Hanura DPRD Batam Diperiksa

oleh
Pembukaan police line ruang Fraksi Hanura DPRD Batam oleh Polsek Batam Kota. (Foto : Ist)

Sijori Kepri, Batam — Polsek Batam Kota menyampaikan hasil forensik peristiwa kebakaran yang terjadi di ruang Fraksi Hanura DPRD Batam, pada hari Selasa, (11/01/2022), sekira pukul 11.00 WIB. Akibat kebakaran tersebut, 5 (lima) saksi, dan pegawai Fraksi Partai Hanura turut diperiksa dan diminta keterangan.

Kapolsek Batam Kota, Kompol Nidya Astuty Wilhelmina Huliselan, mengatakan, dari hasil penyidikan peristiwa kebakaran ruang Fraksi Hanura DPRD Kota Batam, sebanyak 5 (lima) saksi sudah dimintai keterangan yang berada diseputaran ruangan Partai Hanura, termasuk pegawai Fraksi Partai Hanura.

“Dalam hal ini, tindakan yang sudah dilakukan pada saat terjadi kebakaran, yakni dengan mendatangi TKP, membuat laporan polisi, memasang police line, pemeriksaan saksi, memanggil tim identifikasi dari Polresta Barelang, serta tim Puslabfor dari Polda Riau untuk dilakukan pemeriksaan secara laboratorium forensik Polri dan melakukan dokumentasi,” kata Kompol Nidya Astuty Wilhelmina Huliselan, didampingi oleh Kasi Humas Polresta Barelang, AKP Tigor Sidabariba, dan Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Yustinus Halawa, di Mapolsek Batam Kota, Rabu, (02/02/2022), sekira Pukul 11.30 WIB.

BACA JUGA :  DPRD Batam Kesal Leasing Masih Lakukan Penarikan Kendaraan

Kemudian, pada tanggal 21 januari 2022, setelah dilakukan olah TKP oleh Tim Polda Riau didapati hasil berdasarkan hasil pemeriksaan yang dikeluarkan oleh Kepala Bidang Laboratorium Forensik Polda Riau, AKBP Yani Nur Syamsu, dengan Nomor Lab : 0078/FBF/2022 Tanggal  24 Januari 2022, dengan Kesimpulan, yakni Lokasi Api Pertama Kebakaran (LAPK) berada dibagian timur ruang dewan Fraksi Partai Hanura lantai 1 (satu) gedung DPRD Kota Batam yang terbakar.

Yang kedua, lanjutnya, penyebab kebakaran adalah tersulutnya barang-barang yang mudah terbakar di lokasi api pertama kebakaran, seperti plafond, lemari, meja, sofa kursi dan barang lainnya oleh percikan/bunga api dari proses hubung longgar (loose contact) pada sambungan kabel instalasi listrik jenis serabut ukuran 2 x 1 mm² pada exhaust far / blower dengan kabel listrik lampu yang menyebabkan hubungan pendek / konsleting listrik. Dikuatkan dengan hasil pemeriksaan saksi-saksi tidak ditemukan adanya dugaan tindak pidana.

BACA JUGA :  Muhammad Jeffry Simanjuntak SE.,MM

“Setelah kita adakan press release ini, penyidik Polsek Batam Kota melakukan pembukaan police line dan menandatangani berita acara pembukaan police line yang disaksikan oleh Sekwan DPRD Kota Batam, Aspawi Nangali,” ujar Nidya.

Karena sudah keluar hasil dari Puslabfor dari Polda Riau, Sekwan DPRD Kota Batam, Aspawi Nangali, mengapresiasi kinerja Polsek Batam Kota dan Polresta Barelang atas cepatnya penanganan proses penyelidikan peristiwa kebakaran tersebut, bahwa penyebab kebakaran tersebut dapat dipastikan dikarenakan adanya hubungan pendek / konsleting listrik.   

Terkait hal ini, Kapolsek Batam Kota, menyatakan proses penyelidikan kebakaran yang berada di ruang Fraksi Hanura DPRD Kota Batam dihentikan. 

Kronologis kejadian kebakaran ini berawal pada hari Selasa, (11/01/2022), sekira pukul 11.00 WIB, pada saat itu pelapor berada di ruang staf fraksi Hanura DPRD Kota Batam sedang bekerja dan mencium adanya bau asap.

BACA JUGA :  Utusan Sarumaha : Kami Akan Minta Pimpinan DPRD Keluarkan Rekomendasi, Apabila Leasing Terus Lakukan Penarikan

“Saat itu, pelapor melihat ada asap yang keluar dari ruangan fraksi Hanura yang tepat berada di depan ruangannya, kemudian keluar dari ruangannya dan melihat sudah banyak asap mengepul di dalam ruangan fraksi, sehingga pelapor langsung berlari keluar dan memberitahukan kepada saksi yang berada di dekat pintu masuk bagian belakang gedung DPRD Kota Batam,” ungkap Nidya. (Wak Dar)

Shares

No More Posts Available.

No more pages to load.