Sani MOU Dengan Kementan

oleh

– Kembangkan Lahan 100 Hektare Untuk Contoh Pertanian Modern

SURABAYA (SK) — Gubernur Provinsi Kepulauan Riau H.Muhammad Sani bersama seluruh Gubernur se Indonesia yang tergabung dalam APPSI menandatangani memorandum of Understanding (MoU) tentang pengembangan lahan seluas 100 hektare di setiap Provinsi untuk dijadikan pusat pertanian percontohan modern dengan Kementerian Pertanian di hotel Shangrila, Surabaya, Jawa Timur, Senin (7/10/2014) sekitar pukul 22.30 WIB.

MoU ini dilakukan disela Pertemuan Gubernur Seluruh Indonesia selaku anggota APPSI. Dan pertemuan sendiri diawali dengan Sambutan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono, dengan tema pertemuan ‘mewujudkan kemandirian pangan nasional dan penguatan daya saingekonomi daerah. Selain MoU dengan Kementerian Pertanian, MoU juga dilakukan dengan pihak BPKP terkait komitmen bersama guna mendukung pemerintahan bebas dari korupsi disetiap Daerah.

BACA JUGA  Distamben Kepri "AKAN EVALUASI 23 IUP di LINGGA"

Seluruh Gubernur yang tergabung dalam APPSI tanpa terkecuali menandatangani hal tersebut untuk Kebaikan Indonesia kedepan. Dalam sambutannya Presiden SBY menegaskan jika Indonesia tidak perlu bergantung dengan negara lain, karena Indonesia adalah bangsa yang mandiri, “Negara ini Negara kita, Bangsa ini bangsa kita, maka kita sendirilah yang menentukan bagaimana bangsa dan negara kita ini kedepan,” kata SBY.

Selain itu Prsiden juga berharap Pemerintah di Daerah dapat membuat program-program yang baik serta menjadi perpanjangan tangan Pemerintah Pusat dengan baik. Sehingga cita-cita Untuk mensejahterakan rakyat bisa terwujud merata. Usai memberikan sambutan dihadapan para anggota APPSI, presiden kemudian meninggalkan ruangan. Sementara rapat dilanjutkan dengan dipimpin oleh ketua APPSI Syahrul Yasin Limpo yang juga Gubernur Sulawesi selatan. Menurut Yasin, hasil rapat anggota APPSI tersebutlah yang nantinya akan diserahkan kepada presiden yang baru, yakni Joko Widodo dan Jusuf Kala.

“MoU yang kita tandatangani bersama Kementerian Pertanian adalah rencana kita untuk meningkatkan kedaulatan pangan kita. Dengan masing-masing provinsi 100 hektare, sedikitnya kita bisa menghasilkan Rp1 triliun per Provinsi. Oleh karena itu kita harapkan notulen rapat pada malam ini selambat-lambatnya sudah selesai dan tidak ada perubahan lagi. Sehingga kita bisa menghadap Presiden yang baru setelah dilantik nanti,” ujar Limpo.

BACA JUGA  Nurdin Dapat Pesan Dari SBY "INILAH PESANNYA"

Gubernur Kepri Muhammad Sani sendiri mengaku menyambut baik rendana para anggota APPSI tersebut. Selaku Gubernur Kepri yang sudah tentu menjadi salah satu anggota APPSI, Sani akan berkomitmen mendukung setiap program APPSi yang tujuannya baik dan untuk mensejahterakan masyarakat.

“Ini adalah langkah baik yang memang harus kita secara bersama-sama melakukannya. Dan seluruh Gubernur sepakat untuk 100 hektare lahan sebagai pusat pertanian modern itu. Hanya saja teknis di daerah nanti aka kita fikirkan lagi. Teknis di Kepri tentu akan berbeda dengan daerah lain yang daratnya lebih luas dan tingkat kesuburan tanah umpamanya. Dan program ini akan kita sampaikan kepada presiden yang baru nanti, sehingga sudah bisa dimulai tahun 2015,” kata Sani. (humas/SK-001)

No More Posts Available.

No more pages to load.