Sani Sampaikan LKPj 2014

oleh

TANJUNGPINANG (SK) — Gubernur Kepri HM Sani menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) anggaran Tahun 2014 kepada anggota DPRD Provinsi Kepri), di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (7/4/2015).

Penyampaian LKPj merupakan salah satu kewajiban konstitusional yang harus disampaikan kepala daerah setelah berakhirnya tahun anggaran maksimal tiga bulan sesudahnya. Kewajiban tersebut diatur dalam ketentuan pasal 27 ayat 2 Undang-Undang (UU) 32 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan Peraturan Pemerintah nomor 3 tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

Gambaran realisasi pendapatan dianggarkan sekitar Rp 3,160 Triliun lebih. Dengan realisasi mencapai Rp 2,921 Triliun lebih atau mencapai 92,42 persen dari target yang ditetapkan. Pendapatan itu terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dianggarkan sebesar Rp 936,319 Miliar. Dapat direalisasikan sekitar Rp 1,072 Triliun atau lebih besar 14,53 persen dari target.

BACA JUGA  Nurdin Basirun : "SESAMA ORANG MELAYU" Jangan Saling Menjatuhkan

Dana perimbangan ditargetkan sekitar Rp 2 Triliun dan dapat direalisasikan Rp 1,664 Triliun atau hanya mencapai 83,21 persen.Sedangkan untuk pendapatan dari lain-lain yang sah ditargetkan sekitar Rp 223,50 Miliar dan dapat direalisasikan Rp 184,017 Miliar atau hanya mencapai 82,33 persen dari yang ditargetkan.

Realisasi PAD didapatkan dari pajak Daerah, retribusi Daerah dan pendapatan lainnya yang sah. Untuk pendapatan pajak daerah ditargetkan Rp 896,674 Miliar dan realisasinya Rp 1 Triliun atau lebih 12,20 persen dari yang ditargetkan.

Retribusi Daerah ditargetkan Rp 2,635 Miliar dan realisasinya Rp 2,713 Miliar atau lebih besar 2,96 persen dari target. Sedangkan untuk lain-lain PAD yang sah ditargetkan Rp 37 Miliar dan realisasinya 63,568 miliar atau lebih besar 71,76 persen dari target.

Sedangkan mengenai belanja Daerah dianggarkan sekitar Rp 3,641 Triliun dengan realisasi mencapai Rp 3,314 Triliun atau sebesar 91,02 persen dari alokasi yang dianggarkan. Belanja tersebut terdiri dari Rp 1,332 Triliun belanja tak langsung dan realisasinya Rp 1,215 atau sekitar 91,26 persen. Sedangkan, untuk belanja langsung dianggarkan sekitar Rp 2,308 Triliun dan realisasinya Rp 2,096 Triliun atau sekitar 90,80 persen. (SK-DY/R)

BACA JUGA  Halal Bihalal dan Pelantikan "IKATAN KELUARGA BESAR JAMBI KOTA BATAM"
Sani menyerahkan dokumen LKPJ (Foto: Humpro Kepri)
Sani menyerahkan dokumen LKPJ (Foto: Humpro Kepri)
Sani dan Jumaga Nadeak menandatangani dokumen (Foto: Humpro Kepri)
Sani dan Jumaga Nadeak menandatangani dokumen (Foto: Humpro Kepri)

No More Posts Available.

No more pages to load.