Satpol PP Sebut Tidak Razia Mesum di Hotel

oleh

-Alasan Kenyamanan Turis.

TANJUNGPINANG (SK) — Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Kakan Satpol PP) Pemko Tanjungpinang, Irianto mengatakan, pihaknya tidak akan pernah melakukan razia terhadap pasangan yang belum resmi menikah dan menginap disejumlah hotel, seperti yang sering dilakukan dibeberapa wisma dan kos-kosan di Kota Tanjungpinang.

Pernyataan pejabat nomor satu di Satpol PP Pemko Tanjungpinang tersebut, jauh berbeda dengan apa telah dilakukan di beberapa daerah lain di tanah air, dimana petugas Satpol PP pemerintahan setempat, tidak pernah memiliki alasan dan perbedaan untuk razia dan mengangkut sejumlah pasangan mesum yang ada di hotel setempat.

“Jagan salah faham ya. Kita tidak pernah merazia terhadap pasangan yang belum menikah dan menginap di hotel, karena akan berdampak terhadap kunjungan para turisme yang datang ke daerah ini. Kebanyakan turis itu kan tinggalnya di hotel, dan bukan di wisma,” kata Irianto pada sejumlah wartawan, usai melakukan razia terhadap sejumlah pasangan mesum di wiswa dan kosan di Tanjungpinang, Kamis dini hari kemaren.

Irianto mengatakan, razia yang dilaksanakan dibeberapa tempat tersebut sesuai dengan Peraturan Daerah nomor 8 tahun 2005, termasuk adanya laporan dari masyarakat.

BACA JUGA  Kasatpol PP : Basecamp Café “DI TUTUP SEMENTARA”

“Kita mengharapkan, agar apa yang telah kita lakukan tersebut dapat menjadi pelajaran bagi orang lain, supaya tidak melakukan hal yang sama,” ucapnya.

Menurut Irianto, tujuan razia tersebut bukan berarti semakin banyaknya pasangan yang ditangkap dapat menjadi lebih baik, melainkan menginginkan, seringnya pelaksanaan razia dilakukan, dapat terjadi penurunan terhadap adanya perbuatan asusila oleh pasangan tersebut.

“Yang jelas, kegiatan ini akan terus kita lakukan secara rutin, dan minimal seminggu sekali,” ucap Irianto.

Kedepan, lanjut Irianto, jika masih terdapat ada pasangan tidak resmi terjaring razia dan melanggar asusila, maka pihaknya tidak akan segan menyeret hingga ke ranah hukum untuk disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang.

“Kita sudah berkoordinasi dengan PN Tanjungpinang untuk menentukan jadwal persidangan yang tepat. Artinya, bagi mereka yang terjaring, kita akan bawa mereka dalam sidang untuk membayar denda atau hukuman sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Dijelaskannya, adapun bentuk sanksi yang diberikan jika ada masyarakat melanggar asusila tersebut berupa denda sebesar Rp 50 juta atau kurungan selama 3 bulan.

“Jangan anggap tindakan yang akan kami ambil. Saat ini kami juga masih menunggu kesiapan hakim untuk melakukan persidangan terkait hal ini,” jelasnya.

Ia pun berharap kepada pihak pemilik rumah kos dan wisma agar lebih selektif dalam menerima tamu. Jika memang ada pasangan yang mencurigakan, segera berikan batas waktu agar tidak terjadi tindakan melanggar asusila dan sebagainya.

BACA JUGA  Razia, Warnet Ditutup Paksa Petugas

“Untuk saat ini, kita sudah memiliki sebanyak lima Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk bisa menyeret mereka melalui proses hukum yang berlaku,” ucapnya.

Irianto juga membantah jika dalam pelaksanaan razia dilakukan, pihaknya adanya unsur kelalaian yang dilakukan oleh petugasnya di lapangan.

“Dalam razia ini, kita tidak ada istilah anak tiri dan anak kandung. Pantauan saya di lapangan, semua tim anggota kita telah melaksanakan dengan serius,” ucap Omrani.

Menyangkut tentang adanya beberapa wisma dan tempat kos-kosan yang belum sempat tersentuh kali ini, Omrani berjanji akan memperlakukan hal yang sama, pada pelaksanaan razia berikutnya.

“Razia ini akan terus kita lakukan secara rutin. Bagi kawasan yang belum tersentuh kali ini, nanti pada razia berikutnya pasti akan kita datangi,” ucapnya.

Sebagaimana diberitakan, Satpol PP bersama tim Keamanan Ketertiban dan Keindahan (K3) Kota Tanjungpinang menggelar razia penyakit masyarakat (Pekat), Kamis (12/03/2015) yang dimulai pukul 00.00 WIB hingga Pukul 03.30 WIB.

Hasilnya 9 pasangan diduga mesum, 3 pemuda yang sedang berkumpul dengan minuman keras, 1 Waria dan 7 orang tanpa kartu identitas, ikut diamankan petugas.

Pantauan di lapangan, puluhan anggota Satpol PP beserta TNI Polri memulai razia dari wisma Sakura, wisma Sentosa, wisma Citra, rumah kost Restu, wisma Tanjung, wisma Bintan Harmoni, rumah kos Mahakam, rumah kost Setia Jaya dan wisma Hanaria.

BACA JUGA  Pemko Kerahkan 100 Petugas, Robohkan Bangunan Liar

Namun dalam razia kali ini, hanya wisma Pesona, terletak di jalan DI Panjaitan KM 8, yang biasa lebih mencolok adanya dugaan praktek pasangan mesum, sama sekali tidak tersentuh oleh petugas yang dipimpin Satpol PP tersebut.

Di wisma Hanaria, petugas razia sempat mendapat bentakan dari salah satu orang yang diduga TNI pada saat itu sedang berada dikamar. Saat dimintai identitas dirinya beserta pasangannya, dia malah berlalu sembari berkata, kau tanya sama bapak itu. Ia menunjuk salah satu anggota TNI yang ikut dalam razia tersebut.

Masih pantauan dilapangan, razia yang dilaksanakan ini kelihatan kurang maksimal. Karena terlihat petugas seperti pilih kasih dalam mendatangi wisma dan menggedor kamar yang diduga ada orangnya.

Seperti di wisma Bintan Harmoni, petugas hanya berhasil mengamankan 3 pasang diduga mesum. Sementara diparkiran wisma tersebut terlihat belasan motor terparkir berjejer. (SK-APN)

No More Posts Available.

No more pages to load.