Scroll untuk baca artikel
HUKRIMKARIMUNKEPRI

Satreskrim Polres Karimun Ringkus 2 Pelaku Aborsi

×

Satreskrim Polres Karimun Ringkus 2 Pelaku Aborsi

Sebarkan artikel ini
Kapolres Karimun, AKBP Muhammad Adenan, bersama pelaku aborsi. (Foto : Humas Polres Karimun)

Sijori Kepri, Karimun — Satreskrim Polres Karimun, meringkus 2 (dua) pelaku Aborsi (menggugurkan bayi dalam kandungan) berinisial PS (21) dan R, di Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun.

Kapolres Karimun, Polda Kepulauan Riau, AKBP Muhammad Adenan, membenarkan telah terjadi penangkapan kepada kedua pelaku Aborsi, yang terjadi di lokasi RT 001/RW 007, Kelurahan Teluk Uma, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun.

Geser Untuk Lanjutkan Baca Berita
Geser Untuk Lanjutkan Baca Berita

“Pelaku PS menggugurkan (aborsi) bayi yang dikandungnya, yang diperkirakan masih berusia 5 hingga 6 bulan,” kata AKBP Muhammad Adenan, Sabtu, (20/03/2021).

Kronologis pengungkapan Kasus Aborsi ini berawal adanya informasi dari masyarakat kepada Satreskrim Polres Karimun, bahwa ada warga melakukan Aborsi di daerah Kelurahan Teluk Uma, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun.

Mendengar informasi tersebut, Satreskrim Polres Karimun langsung bergerak cepat dan kemudian mengamankan pelaku berinisial PS (21) dan R, yang telah tega mengubur bayi dari hasil hubungan gelap keduannya.

BACA JUGA :  Jaga Kamtibmas, Polres Tanjung Pinang Patroli Skala Besar

“Para pelaku melakukan aborsi dikarenakan malu dengan hasil hubungan gelapnya, dan belum siap memiliki anak, sehingga dengan sengaja membeli obat untuk menggugurkan bayinya yang dibeli oleh Pelaku R secara online,” ungkap Adenan.

Disampaikan lagi oleh Adenan, bahwa pelaku sudah berhubungan selama setahun, dan keduanya sama–sama bekerja di salah satu Swalayan yang ada di Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun.

“Pelaku R berstatus masih lajang, sedangkan tersangka PS sudah berstatus nikah, namun sudah lama berpisah dengan suami, dan belum cerai,” jelas Adenan.

Sebelum melakukan Aborsi, lanjutnya, pelaku inisial R membeli obat Aborsi secara online, yang kemudian obat tersebut diberikan kepada pelaku PS.

“Ada 4 (empat) jenis obat yang dibeli pelaku R secara online dengan harga Rp 400.000 (empat ratus ribu rupiah), yang kemudian obat tersebut diberikan kepada korban, yang juga sebagai pelaku berinisial PS untuk diminum sebagai obat penggugur kandungan,” terang Muhammad Adenan.

BACA JUGA :  Bea Cukai Amankan Pemilik Tembakau Gorilla

“Saat ini korban PS, yang juga pelaku menggungurkan bayinya berada di Rumah Sakit, karena masih dalam keadaan lemah usai melakukan aborsi,” tambah Adenan.

Pelaku R, kata Adenan, awalnya telah menguburkan bayi ari-ari dan gumpalan darah ke dalam plastik berwarna hitam, yang diberikan PS kepada R untuk dikuburkan dibelakang rumah dengan menggunakan cangkul yang tidak jauh dari TKP.

“Namun tak lama berselang, R Kembali membongkar, karena masih ada yang tertinggal,” ujar Muhammad Adenan.

Dari keterangan pelaku R, ia sangat menyesali perbuatan yang telah dilakukannya, karena telah menghilangkan nyawa darah dagingnya sendiri, yang diakibatkan karena malu dari hasil hubungan gelapnya.

BACA JUGA :  Kapolda Kepri Kunjungi “LANTAMAL IV TANJUNGPINANG”

“Pelaku PS kita kenakan pasal yang disangkakan, Pasal 341 atau 342 KUHPidana, Seorang ibu yang dengan sengaja menghilangkan jiwa anaknya pada ketika dilahirkan atau tidak beberapa lama sesudah dilahirkan, karena takut ketahuan bahwa ia sudah melahirkan anak, atau seorang ibu yang dengan sengaja akan menjalankan keputusan yang diambilnya sebab takut ketahuan bahwa ia tidak lama lagi akan melahirkan anak, menghilangkan jiwa anaknya itu pada ketika dilahirkan atau tidak lama kemudian dari pada itu, di hukum hukuman penjara selama-lamanya 9 (sembilan) tahun penjara,” jelas Muhammad Adenan.

“Sedangkan Pelaku R, disangkakan Pasal 343 KUHPidana, bagi orang lain yang turut campur dalam kejahatan, diterangkan dalam pasal 341 dan 342 dianggap kejahatan,” tegas Adenan. (Wak Fik)

Share and Enjoy !

Shares
Shares
DMCA.com Protection Status