, ,

Sejak Kelas 1 SMK, 5 Siswa Dapat Perlakuan Kekerasan di SMK Penerbangan Dirgantara Batam

oleh
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt, saat menyampaikan keterangan pers terkait kasus penganiayaan 5 siswa SMK Penerbangan Dirgantara Kota Batam. (Foto : Ist)

Sijori Kepri, Batam — Sejak kelas 1 SMK, 5 (lima) siswa korban tindakan penganiayaan berinisial IN, SA, RA, GA dan Inisial FA, mendapatkan perlakuan kekerasan di SMK Penerbangan Dirgantara Kota Batam.  

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt, mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara, para korban berinisial IN, SA, RA, GA dan Inisial FA ini mendapatkan perlakuan kekerasan sejak mereka di kelas 1 (satu) sampai dengan korban kelas 3 (tiga) di SMK Penerbangan Dirgantara Kota Batam.  

“Dan mereka mendapatkan perlakuan kekerasan dikarenakan adanya pelanggaran yang mereka buat,” kata Kombes Pol Harry Goldenhardt, didampingi Dir Reskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Jefri Ronald Parulian Siagian, Kasubdit 4 Ditreskrimum Polda Kepri, AKBP Achmad Suherlan, Pendamping UPTD PPA Provinsi Kepri, Tetmawati Lubis, dan Ketua KPPAD Batam, Abdillah, saat Konferensi Pers di Polda Kepri, Jumat (19/11/2021).

BACA JUGA  2 Pejabat Utama Polda Kepri dan Kapolresta Barelang Terima Kenaikan Pangkat dari Kapolri

Dan kasus penganiayaan ini, lanjutnya, sedang ditangani oleh penyidik Ditreskrimum Polda Kepri. Laporan Polisinya sudah dibuat, yaitu Laporan Polisi nomor : LP-B / 138 / XI / 2021 / SPKT-Kepri, Tanggal 19 November 2021.  

“Ini merupakan bentuk respon cepat dari kita dalam menindaklanjuti pemberitaan terkait dengan adanya dugaan tindak pidana kekerasan atau penganiayaan yang terjadi di Penerbangan Dirgantara Kota Batam,″ ujar Harry Goldenhardt.  

Ada 5 (lima) orang korban dalam kasus yang dilaporkan ini, yang pertama Inisial IN umur 17 Tahun, Inisial SA 18 tahun, RA 17 tahun, GA 17 tahun dan Inisial FA 17 tahun.  

“Kelima orang adalah siswa dari SMK Penerbangan Dirgantara, Kota Batam. Saat ini, penyidik terus bekerja dan terus melakukan penyelidikan. Dan terhitung mulai hari ini, Laporan Polisi telah dibuat,″ ungkap Harry.  

Disampaikannya lagi, ada beberapa perlakuan yang dialami korban, seperti kekerasan Verbal, kekerasan fisik, termasuk juga kekerasan dengan menggunakan rantai terhadap anak didik tersebut.  

No More Posts Available.

No more pages to load.